Monthly Archives: June 2013

South Bronx NYPD – 1976 The Police Tapes [Review]

Remember Bronx River rollin thick
With Kool DJ Red Alert and Chuck Chillout on the mix
When Afrika Islam was rockin the jams
And on the other side of town was a kid named Flash
Patterson and Millbrook projects
Casanova all over, ya couldn’t stop it…
– South Bronx – Boogie Down Productions, 1987

Penemuan mayat di sudut jalan, seorang ibu yang diperangkap oleh anaknya yang sakit jiwa, suara track Kool Herc dari speaker di depan toko kelontong, pembakaran gedung oleh sang tuan tanah, seorang anak yang ditampar ibunya dengan kapak, beat-beat breakdance di penghujung malam, wajah mabuk anggota geng dengan nanar dendam, sinar redup toko makanan yang sehari sebelumnya dirampok.

Saya jarang meresensi film, terlebih film dokumenter, tapi yang satu ini terlalu istimewa untuk tidak dibagi-bagi, meski ‘agak’ terlambat. 1976 The Police Tapes adalah film dokumenter hitam putih dibuat oleh Alan & Susan Raymond.  Dua orang ini selama berbulan-bulan dengan rajin mengikuti keseharian polisi dari departemen 44th precinct of the South Bronx, area dengan tingkat kejahatan paling tinggi di NY saat itu, mengusut kasus-kasus pembunuhan, perang geng, pemerkosaan, pembakaran gedung dan kasus horor sejenis yang sudah menjadi bagian akrab dari South Bronx. Tak ada narasi, raw and rugged. Kalian hanya akan menemukan keterkaitan satu dan lainnya melalui komentar-komentar dari wawancara Anthony Bouza, Bronx Borough Commander departemen polisi lokal.

Yang membuatnya menarik adalah bagaimana dokumenter ini menangkap aura NY tahun-tahun primitif awal hiphop dilahirkan. Potret urban yang sering divisualisasikan Henry Chalfant dalam foto-fotonya; aura dari musik yang diputar dijalanan dari Kool Herc, DJ Flowers hingga Jazzy Jay, tembok-tembok ber-graffiti khas era tersebut dan fashion jalanan menakjubkan dari mereka-mereka yang di interogasi. Pula tentunya, kalian tak ingin melewatkan dandanan polisi era sekian dengan kumis tebal ala detektif 70-an, rambut mullet dan afro para gangster dan yang paling utama sebuah faktor signifikan yang melahirkan musik-musik hebat seperti punk dan hiphop: kekalutan, keputusasaan dan keterasingan.

Sangat menakjubkan bagaimana anak-anak muda Bronx yang dalam kesehariannya dikelilingi drugs, miras, kejahatan tingkat tinggi, perang gang dan lain sebagainya, dapat menghasilkan artform seperti hiphop. Henry Chalfant dalam sebuah tulisannya sempat pula mendeskripsikan kekagumannanya pada generasi pelopor 70-an ini, bagaimana, di antara gedung-gedung bobrok, sekumpulan anak muda bermain basket dan menggelar matres dan bertari kejang ria dengan riang gembira. Seolah mereka muak dan tak ambil pusing dengan keadaan bobrok sekeliling mereka, dan yang mereka pedulikan adalah menyempurnakan tarian mereka bersiap menantang crew B-Boy oponen mereka di sore harinya, sekaligus mengingatkan kita betapa bombastisnya album debut Boogie Down Production di tahun 1987. Thats hiphop on the purest form.

Mengutip komentar Kapolsek South Bronx, Anthony Bouza yang menjawab latar belakang tingginya angka kriminal disana era itu: “Kemiskinanlah yang membuat ini semua terjadi, Kita semua memproduksi para kriminal, kita semua memproduksi kebrutalan”. Sesuatu yang ironis, mengingat hari ini hiphop adalah komodifikasi kultur yang menghasilkan milyaran dollar, namun keadaan masyarakat dimana kultur itu lahir tidak banyak berubah. Tetap terasing, terbelakang dengan angka kriminal tinggi dan tetap miskin.

Review dari morgue vanguard

Leave a comment

Filed under Download, Unwriting

Mengenal Si Penulis “Kitab Suci” Nazi

Alfred Rosenberg adalah penulis buku

The Myth of the Twentieth Century

yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

alfred rosenberg,hitler
Alfred Rosenberg (kiri) bersama Adolf Hitler
saat inagurasi peringatan perang pada tahun 1923.
(Dok. Dr. Wilfried Bahnmüller, Imagebroker/Alamy/National Geographic News).

Nama Alfred Rosenberg, kaki tangan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, kembali terdengar.

Tersebab, buku hariannya yang baru ditemukan pada tahun 2010, akan segera dikupas.

Menurut pihak Pemerintah Amerika Serikat dan Museum Holocaust di AS,

penaksiran isi buku harian ini akan membuka tabir rantai tertinggi kepemimpinan Nazi.

Detil mengenai buku harian ini diungkap dalam jumpa pers, Kamis (13/6) di Wilmington, Delaware, AS.

Diary ini sendiri tadinya sempat hilang pascahukuman mati Rosenberg pada tahun 1946. Lalu, siapa sebenarnya pria bernama lengkap Alfred Ernst Rosenberg ini?

Rosenberg memandang dirinya sendiri sebagai intelektual dan setingkat dengan para petinggi Nazi macam Hitler, Rudolf Hess, dan Hermann Goering.

Namun, prestasi terbaik Rosenberg sebenarnya adalah menulis buku The Myth of the Twentieth Century yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

Terjemahan buku ini laris manis terjual ke penjuru Eropa dan menumbuhkan antisemit.

Bahasa penulisannya dibesar-besarkan dan rumit, penuh dengan pseudo-scientific (sains mengada-ada), dan prinsip semi-mistik.

Teksnya berisi kebencian pada kaum Yahudi, bangsa Rusia, Polandia, Ceko, dan bangsa manapun yang dianggapnya “di bawah manusia”.

Menurut salah satu menteri di kabinet saat itu, Albert Speer, Hitler menganggap buku itu sebagai “sesuatu yang tidak bisa dimengerti siapa pun”.

Ironisnya, Rosenberg sendiri dianggap sebagai orang asing oleh sesama Jerman.

Ia lahir di Estonia, menuntut ilmu di Moskow dan bangga atas gelar diplomanya dalam bidang arsitektur.

alfred rosenberg
Alfred Rosenberg. (Wikimedia Commons)

Ini membuat musuh-musuhnya di Nazi menyebarkan rumor bahwa Rosenberg bukanlah orang Jerman asli.

Meski demikian, Rosenberg pernah dipercaya Hitler untuk memegang tampuk kekuasaan Nazi ketika ia dipenjara saat gagal mengkudeta Jerman pada 1923.

Namun, Hitler mengkritiknya sebagai pemimpin malas dan tidak cocok memimpin. Tapi, sekali lagi, Hitler tetap mempercayainya sebagai pendidik spiritual dan filosofi Nazi pada 1934. Ia memunculkan ide ekspansi ke Timur, perang tanpa ampun pada warga Slavia, dan gagasan “lebensraum” (tinggal di luar angkasa).

Tahun 1946, pengadilan internasional di Nuremberg, Jerman, memutuskan bahwa Rosenberg bersalah dalam kejahatan kemanusiaan. Ia dianggap sebagai pembentuk ideologi Nazi dan mendapat hukuman gantung.

Menurut salah satu jurnalis AS yang hadir saat eksekusinya, Rosenberg merupakan satu-satunya petinggi Nazi yang menolak mengucapkan pernyataan terakhir.

(Charles Fenyvesi. National Geographic News)

Leave a comment

Filed under Unwriting

WE HATE COPS!! HC/PUNK Mixtape 2011 (download)

 

Gue gak tau ini gaweannya siapa, tapi yang jelas ini brilian hehe. Pas lagi iseng ngubek-ngubek akun fb nya Milisi Kecoa, eh nemu ini nih … Mixtape yang semua band yang ada di mixtape ini lagunya bertema tentang Polisi. Ya, “WE HATE COPS” nama judulnya, isinya 101 lagu dan terbagi dalam 3 volume.

Hmmm…. gue curiga ini kerjaannya si Dani “Tremor” nih vokalisnya Milisi Kecoa … hehehe soalnya dibeberapa review yang gue temuin, selalu ada nama Tremor … kalo bener, ya udah gak apa apa … emang dia dah biang keroknya … huehuehue …. ini nih yang tertulis. “Police everywhere, justice Nowhere” – Tremor, ada lagi nih … “dari korea sampe yunani. mungkin karena polisi Indonesia lebih hardcore dan cuek 🙂 liat aja di inggris, 1 orang ditembak mati sama polisi, kerusuhannya berhari-hari. kalo di indonesia paling cuman demo-demo dikit, trus bubar. dan kenapa cover mixtape nya indonesia semua, ya karena foto2 kayak gitu jarang dipublish :)” itu juga si Tremor yang ngetik … ini yang paling ngehe nih …. “kalo institusi kepolisian mau dijadiin “baik” dan “terpuji”, namanya jadi pramuka, bukan polisi”. Hahahaha …. Salut!!!

Download, spread the words, abolish cops!
Dedicated to the victims of police violence!
Berikut tracklistnya:

Volume 1:
001. Seein Red (Netherlands) – Another Police Story
002. Blank 77 (USA) – Police Attack
003. Necros (USA) – Police Brutality
004. Jean Mills Society Torch (USA) – I Hate Police
005. Unpatriotics (USA) – Run From The Police
006. The Clown (Indonesia) – Police Brutality
007. Dead Kennedys (USA) – Police Truck
008. The Sinners (Indonesia) – Fuck The Police
009. Moral Demolition (Belgium) – Police State
010. MDC (USA) – Millions of Dead Cops
011. Criminal Asshole (Indonesia) – Police Kacerita
012. Social Circle (USA) – Police Police (The Showcase Showdown cover)
013. Slave (Denmark) – Nazo Polizei
014. Vicious Circle (Australia) – Police Brutality
015. G.F.O (USA) – Police Raid
016. Urban Waste (USA) – Police Brutality
017. The Dicks (USA) – Dicks Hate The Police
018. Turtles Jr (Indonesia) – Police Fuck Off
019. S.S.D (USA) – Police Beat
020. Rawside (Germany) – Police Terror
021. Anti Flag (USA) – Fuck Police Brutality
022. Screeching Weasel (USA) – Police Insanity
023. Satellite (Indonesia) – Brutal Police
024. Larm (Netherlands) – Police Threats
025. The Expolited (Scotland) – Cop Cars
026. Black Flag (USA) – Police Story
027. Fucked Up (Canada) – Police
028. Code13 (USA) – Send More Cops
029. UK Subs (UK) – New York State Police
030. E.T.A (Sweden) – Otto Hates The Police
031. The Wallrides (Sweden) – Cops Are Pig
032. The Fartz (USA) – Police Force
033. Propagandhi (Canada) – Pigs Will Pay
Volume 2:
034. Battalion of Saints (USA) – Cops Are Out
035. Crucifucks (USA) – Cops for Fertilizer
036. Regulations (Sweden) – Police Siren
037. Riot Squad (UK) – Police Power
038. Keparat (Indonesia) – Fucking Cops
039. Doom (UK) – Police Bastard
040. What’s Wrong (Indonesia) – Police Die
041. Final Conflict (USA) – Abolish Police
042. Krass Kepala (Indonesia) – Police Violence
043. GG Allin (USA) – Kill The Police
044. Last Rites (UK) – Police [fascist militia]
045. War Squad (USA) – Hate The Police (The Dicks cover)
046. Defiance (USA) – Police Oppresion (Angelic Upstart cover)
047. DS-13 (Sweden) – Fukk the Cops
048. NOFX (USA) – Puke on Cops
049. The Idiots (Indonesia) – Police Violence
050. The Authoroties (USA) – I Hate Cops
051. 7 Seconds (USA) – Police State (live)
052. Sedition (UK) – Police Story (The Partisan cover)
053. Angelic Upstarts (UK) – Police Oppresion
054. MK Ultra (USA) – Police Story (Black Flag cover)
055. Autistic Youth (USA) – Smash The Cop Cars With Bricks of Ressistance
056. Chaos UK (UK) – Police Protection
057. Raw Power (Italy) – Police, Police
058. Kill The Man Who Question (USA) – Good Cop, Bad Cop
059. The Borstal (Indonesia) – The Pigs
060. Germ Attack (Canada) – Death to Cops
061. Citizen Arrest (USA) – Serve and Protect
062. Subhumans (UK) – Till The Pigs Come Round
063. The Casualties (USA) – Police Brutality
064. Discarda (Brasil) – Police Bastard (Doom cover)
065. The Partisans (UK) – Bastard In Blue
066. Life Sentence (USA) – Men In Blue
Volume 3:
067. Klasse Kriminale (Italy) – Police Opression (Angelic Upstarts cover live)
068. Agent Orange (Netherlands) – Kill The Police
069. Rotten to the Core (Indonesia) – Police on my Back
070. Decontrol (USA) – Philly Cops
071. Against All Authority (USA) – Policeman
072. Rajoitus (Sweden) – Pollisi Siat
073. The Devotchkas (USA) – Coppers In Force
074. Aghast (USA) – Arrested by the Pigs
075. Bastard (Japan) – Dear Cops
076. Black Boots (Indonesia) – Polisi-polisi
077. Loutish (USA) – Police Attack
078. Hellsister (Malaysia) – Victims of Police Brutality
079. Stockholm Pigs (Sweden) – Nazi Cops From Hell
080. The Vicious (Sweden) – The Pigs
081. Cut The Shit (USA) – Boston Cops
082. Hard Skin (UK) – Copper Cunt
083. Bread and Water (USA) – Riot Cops In Full Retreat
084. Demob (UK) – Anti Police
085. Cabinet (Indonesia) – Foolish of Police Policy
086. Nabat (Italy) – Kill Police
087. Oxymoron (German) – The Pigs
088. No Value (Japan) – Mad Police
089. Homomilitia (Poland) – Police Story (The Partisan cover)
090. Chaos RI (Indonesia) – Police Fuck Off
091. The Clash (UK) – Police on my Back
092. Funeral Dress (Belgium) – Cops Are No Human Beings
093. AC4 (Sweden) – Coptown
094. Naked Agression (USA) – Death to All The Pigs
095. Milisi Kecoa (Indonesia) – Parasites
096. Severed Head of State (USA) – Cop on Fire
097. Youth Korps (USA) – Cop Song
098. Auktion (Sweden) – Burning Police Cars
099. Strung Up (USA) – Death by Cops
100. The Buttocks (German) – Kill The Pigs
101. Actives (UK) – Police Oppression

Leave a comment

Filed under Download

Seorang blogger menemukan “kadal” di permukaan planet Mars

tulisan ini dikutip dari x-files enigma
 
Sepertinya orang-orang melihat segala sesuatu di permukaan Mars. Gua, potongan kayu, hutan, tengkorak, wajah manusia,  patung perempuan, tupai hingga seekor gorilla. Sekarang koleksinya bertambah satu. Seekor kadal. 

Dailymail.co.uk mengatakan bahwa kadal itu ditemukan oleh seorang penggemar UFO dari Jepang yang kemudian menghubungi web UFO Sightings Daily. Scott C. Waring dari website itu kemudian memposting foto ini.
 
Tapi tunggu dulu, Scott tidak mengatakan bahwa foto tersebut adalah bukti bahwa Mars didiami oleh Reptilian Shape Shifters sejenis pengawal Obama yang pernah kalian baca beritanya. 
Scott menduga bahwa NASA telah mengutus kadal gemuk itu untuk menguji sesuatu yang rahasia. 
“Apakah NASA telah menaruh hewan-hewan dari tabung cyogenic di dalam Mars Rover untuk mengadakan uji coba?” Kata Scott. 
Bahkan Scott pun tidak berani memberikan spekulasi yang lebih jauh. Tapi paling tidak, Scott telah sukses memberikan bahan pembicaraan baru di internet. 
Msn.com memuat berita ini dengan judul yang cukup netral “Rumor: Creature with tail seen in NASA photo from Mars.” 
Sedangkan Examiner.com menyambut bola teori konspirasi dengan memberinya judul “Is that a lizard on Mars – Why is NASA Silent?” 
Errr… Mungkin karena NASA menganggapnya sebagai…. batu biasa? 
Lihat lagi fotonya. Pertanyaan: Mengapa warna kadal itu sama dengan batu di sekitarnya?
 
 
Pareidolia..Pareidolia… 
Ini link ke foto aslinya dari NASA. Mars.jpl.nasa.gov.  

UPDATE 10 Juni 2012

Selain kadal, foto lain yang menunjukkan seekor tikus atau hewan pengerat di permukaan planet Mars juga sempat menghebohkan. 

 

Walaupun menarik, saya juga berpendapat kalau ini adalah kasus Pareidolia. Berikut link ke foto aslinya: nasa.gov 

Leave a comment

Filed under Unmind

Making Punk A Threat Again

Quiet Blog For Silent Wars

punkaceh

Sebelum saya berpanjang-panjang menulis uraian tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti sebelum kalian menyerang dengan tuduhan macam-macam: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan, penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai –konon– dengan adat/norma setempat.

Di luaran sana sudah banyak catatan, argumen dan penjelasan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Beberapa catatan berikut bukan bermaksud untuk menambah hiruk pikuk, hanya sedikit catatan personal, berhubung sedikit banyak punk memiliki makna yang saya berhutang padanya inpirasi dan emansipasi sejak kali pertama saya bersentuhan dengannya.

Saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri yang agak sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam skena punk lokal di manapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang…

View original post 1,319 more words

Leave a comment

Filed under Unmind