Making Punk A Threat Again

Quiet Blog For Silent Wars

punkaceh

Sebelum saya berpanjang-panjang menulis uraian tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti sebelum kalian menyerang dengan tuduhan macam-macam: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan, penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai –konon– dengan adat/norma setempat.

Di luaran sana sudah banyak catatan, argumen dan penjelasan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Beberapa catatan berikut bukan bermaksud untuk menambah hiruk pikuk, hanya sedikit catatan personal, berhubung sedikit banyak punk memiliki makna yang saya berhutang padanya inpirasi dan emansipasi sejak kali pertama saya bersentuhan dengannya.

Saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri yang agak sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam skena punk lokal di manapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang…

View original post 1,319 more words

Leave a comment

Filed under Unmind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s