South Bronx NYPD – 1976 The Police Tapes [Review]

Remember Bronx River rollin thick
With Kool DJ Red Alert and Chuck Chillout on the mix
When Afrika Islam was rockin the jams
And on the other side of town was a kid named Flash
Patterson and Millbrook projects
Casanova all over, ya couldn’t stop it…
– South Bronx – Boogie Down Productions, 1987

Penemuan mayat di sudut jalan, seorang ibu yang diperangkap oleh anaknya yang sakit jiwa, suara track Kool Herc dari speaker di depan toko kelontong, pembakaran gedung oleh sang tuan tanah, seorang anak yang ditampar ibunya dengan kapak, beat-beat breakdance di penghujung malam, wajah mabuk anggota geng dengan nanar dendam, sinar redup toko makanan yang sehari sebelumnya dirampok.

Saya jarang meresensi film, terlebih film dokumenter, tapi yang satu ini terlalu istimewa untuk tidak dibagi-bagi, meski ‘agak’ terlambat. 1976 The Police Tapes adalah film dokumenter hitam putih dibuat oleh Alan & Susan Raymond.  Dua orang ini selama berbulan-bulan dengan rajin mengikuti keseharian polisi dari departemen 44th precinct of the South Bronx, area dengan tingkat kejahatan paling tinggi di NY saat itu, mengusut kasus-kasus pembunuhan, perang geng, pemerkosaan, pembakaran gedung dan kasus horor sejenis yang sudah menjadi bagian akrab dari South Bronx. Tak ada narasi, raw and rugged. Kalian hanya akan menemukan keterkaitan satu dan lainnya melalui komentar-komentar dari wawancara Anthony Bouza, Bronx Borough Commander departemen polisi lokal.

Yang membuatnya menarik adalah bagaimana dokumenter ini menangkap aura NY tahun-tahun primitif awal hiphop dilahirkan. Potret urban yang sering divisualisasikan Henry Chalfant dalam foto-fotonya; aura dari musik yang diputar dijalanan dari Kool Herc, DJ Flowers hingga Jazzy Jay, tembok-tembok ber-graffiti khas era tersebut dan fashion jalanan menakjubkan dari mereka-mereka yang di interogasi. Pula tentunya, kalian tak ingin melewatkan dandanan polisi era sekian dengan kumis tebal ala detektif 70-an, rambut mullet dan afro para gangster dan yang paling utama sebuah faktor signifikan yang melahirkan musik-musik hebat seperti punk dan hiphop: kekalutan, keputusasaan dan keterasingan.

Sangat menakjubkan bagaimana anak-anak muda Bronx yang dalam kesehariannya dikelilingi drugs, miras, kejahatan tingkat tinggi, perang gang dan lain sebagainya, dapat menghasilkan artform seperti hiphop. Henry Chalfant dalam sebuah tulisannya sempat pula mendeskripsikan kekagumannanya pada generasi pelopor 70-an ini, bagaimana, di antara gedung-gedung bobrok, sekumpulan anak muda bermain basket dan menggelar matres dan bertari kejang ria dengan riang gembira. Seolah mereka muak dan tak ambil pusing dengan keadaan bobrok sekeliling mereka, dan yang mereka pedulikan adalah menyempurnakan tarian mereka bersiap menantang crew B-Boy oponen mereka di sore harinya, sekaligus mengingatkan kita betapa bombastisnya album debut Boogie Down Production di tahun 1987. Thats hiphop on the purest form.

Mengutip komentar Kapolsek South Bronx, Anthony Bouza yang menjawab latar belakang tingginya angka kriminal disana era itu: “Kemiskinanlah yang membuat ini semua terjadi, Kita semua memproduksi para kriminal, kita semua memproduksi kebrutalan”. Sesuatu yang ironis, mengingat hari ini hiphop adalah komodifikasi kultur yang menghasilkan milyaran dollar, namun keadaan masyarakat dimana kultur itu lahir tidak banyak berubah. Tetap terasing, terbelakang dengan angka kriminal tinggi dan tetap miskin.

Review dari morgue vanguard

Leave a comment

Filed under Download, Unwriting

Mengenal Si Penulis “Kitab Suci” Nazi

Alfred Rosenberg adalah penulis buku

The Myth of the Twentieth Century

yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

alfred rosenberg,hitler
Alfred Rosenberg (kiri) bersama Adolf Hitler
saat inagurasi peringatan perang pada tahun 1923.
(Dok. Dr. Wilfried Bahnmüller, Imagebroker/Alamy/National Geographic News).

Nama Alfred Rosenberg, kaki tangan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, kembali terdengar.

Tersebab, buku hariannya yang baru ditemukan pada tahun 2010, akan segera dikupas.

Menurut pihak Pemerintah Amerika Serikat dan Museum Holocaust di AS,

penaksiran isi buku harian ini akan membuka tabir rantai tertinggi kepemimpinan Nazi.

Detil mengenai buku harian ini diungkap dalam jumpa pers, Kamis (13/6) di Wilmington, Delaware, AS.

Diary ini sendiri tadinya sempat hilang pascahukuman mati Rosenberg pada tahun 1946. Lalu, siapa sebenarnya pria bernama lengkap Alfred Ernst Rosenberg ini?

Rosenberg memandang dirinya sendiri sebagai intelektual dan setingkat dengan para petinggi Nazi macam Hitler, Rudolf Hess, dan Hermann Goering.

Namun, prestasi terbaik Rosenberg sebenarnya adalah menulis buku The Myth of the Twentieth Century yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

Terjemahan buku ini laris manis terjual ke penjuru Eropa dan menumbuhkan antisemit.

Bahasa penulisannya dibesar-besarkan dan rumit, penuh dengan pseudo-scientific (sains mengada-ada), dan prinsip semi-mistik.

Teksnya berisi kebencian pada kaum Yahudi, bangsa Rusia, Polandia, Ceko, dan bangsa manapun yang dianggapnya “di bawah manusia”.

Menurut salah satu menteri di kabinet saat itu, Albert Speer, Hitler menganggap buku itu sebagai “sesuatu yang tidak bisa dimengerti siapa pun”.

Ironisnya, Rosenberg sendiri dianggap sebagai orang asing oleh sesama Jerman.

Ia lahir di Estonia, menuntut ilmu di Moskow dan bangga atas gelar diplomanya dalam bidang arsitektur.

alfred rosenberg
Alfred Rosenberg. (Wikimedia Commons)

Ini membuat musuh-musuhnya di Nazi menyebarkan rumor bahwa Rosenberg bukanlah orang Jerman asli.

Meski demikian, Rosenberg pernah dipercaya Hitler untuk memegang tampuk kekuasaan Nazi ketika ia dipenjara saat gagal mengkudeta Jerman pada 1923.

Namun, Hitler mengkritiknya sebagai pemimpin malas dan tidak cocok memimpin. Tapi, sekali lagi, Hitler tetap mempercayainya sebagai pendidik spiritual dan filosofi Nazi pada 1934. Ia memunculkan ide ekspansi ke Timur, perang tanpa ampun pada warga Slavia, dan gagasan “lebensraum” (tinggal di luar angkasa).

Tahun 1946, pengadilan internasional di Nuremberg, Jerman, memutuskan bahwa Rosenberg bersalah dalam kejahatan kemanusiaan. Ia dianggap sebagai pembentuk ideologi Nazi dan mendapat hukuman gantung.

Menurut salah satu jurnalis AS yang hadir saat eksekusinya, Rosenberg merupakan satu-satunya petinggi Nazi yang menolak mengucapkan pernyataan terakhir.

(Charles Fenyvesi. National Geographic News)

Leave a comment

Filed under Unwriting

WE HATE COPS!! HC/PUNK Mixtape 2011 (download)

 

Gue gak tau ini gaweannya siapa, tapi yang jelas ini brilian hehe. Pas lagi iseng ngubek-ngubek akun fb nya Milisi Kecoa, eh nemu ini nih … Mixtape yang semua band yang ada di mixtape ini lagunya bertema tentang Polisi. Ya, “WE HATE COPS” nama judulnya, isinya 101 lagu dan terbagi dalam 3 volume.

Hmmm…. gue curiga ini kerjaannya si Dani “Tremor” nih vokalisnya Milisi Kecoa … hehehe soalnya dibeberapa review yang gue temuin, selalu ada nama Tremor … kalo bener, ya udah gak apa apa … emang dia dah biang keroknya … huehuehue …. ini nih yang tertulis. “Police everywhere, justice Nowhere” – Tremor, ada lagi nih … “dari korea sampe yunani. mungkin karena polisi Indonesia lebih hardcore dan cuek 🙂 liat aja di inggris, 1 orang ditembak mati sama polisi, kerusuhannya berhari-hari. kalo di indonesia paling cuman demo-demo dikit, trus bubar. dan kenapa cover mixtape nya indonesia semua, ya karena foto2 kayak gitu jarang dipublish :)” itu juga si Tremor yang ngetik … ini yang paling ngehe nih …. “kalo institusi kepolisian mau dijadiin “baik” dan “terpuji”, namanya jadi pramuka, bukan polisi”. Hahahaha …. Salut!!!

Download, spread the words, abolish cops!
Dedicated to the victims of police violence!
Berikut tracklistnya:

Volume 1:
001. Seein Red (Netherlands) – Another Police Story
002. Blank 77 (USA) – Police Attack
003. Necros (USA) – Police Brutality
004. Jean Mills Society Torch (USA) – I Hate Police
005. Unpatriotics (USA) – Run From The Police
006. The Clown (Indonesia) – Police Brutality
007. Dead Kennedys (USA) – Police Truck
008. The Sinners (Indonesia) – Fuck The Police
009. Moral Demolition (Belgium) – Police State
010. MDC (USA) – Millions of Dead Cops
011. Criminal Asshole (Indonesia) – Police Kacerita
012. Social Circle (USA) – Police Police (The Showcase Showdown cover)
013. Slave (Denmark) – Nazo Polizei
014. Vicious Circle (Australia) – Police Brutality
015. G.F.O (USA) – Police Raid
016. Urban Waste (USA) – Police Brutality
017. The Dicks (USA) – Dicks Hate The Police
018. Turtles Jr (Indonesia) – Police Fuck Off
019. S.S.D (USA) – Police Beat
020. Rawside (Germany) – Police Terror
021. Anti Flag (USA) – Fuck Police Brutality
022. Screeching Weasel (USA) – Police Insanity
023. Satellite (Indonesia) – Brutal Police
024. Larm (Netherlands) – Police Threats
025. The Expolited (Scotland) – Cop Cars
026. Black Flag (USA) – Police Story
027. Fucked Up (Canada) – Police
028. Code13 (USA) – Send More Cops
029. UK Subs (UK) – New York State Police
030. E.T.A (Sweden) – Otto Hates The Police
031. The Wallrides (Sweden) – Cops Are Pig
032. The Fartz (USA) – Police Force
033. Propagandhi (Canada) – Pigs Will Pay
Volume 2:
034. Battalion of Saints (USA) – Cops Are Out
035. Crucifucks (USA) – Cops for Fertilizer
036. Regulations (Sweden) – Police Siren
037. Riot Squad (UK) – Police Power
038. Keparat (Indonesia) – Fucking Cops
039. Doom (UK) – Police Bastard
040. What’s Wrong (Indonesia) – Police Die
041. Final Conflict (USA) – Abolish Police
042. Krass Kepala (Indonesia) – Police Violence
043. GG Allin (USA) – Kill The Police
044. Last Rites (UK) – Police [fascist militia]
045. War Squad (USA) – Hate The Police (The Dicks cover)
046. Defiance (USA) – Police Oppresion (Angelic Upstart cover)
047. DS-13 (Sweden) – Fukk the Cops
048. NOFX (USA) – Puke on Cops
049. The Idiots (Indonesia) – Police Violence
050. The Authoroties (USA) – I Hate Cops
051. 7 Seconds (USA) – Police State (live)
052. Sedition (UK) – Police Story (The Partisan cover)
053. Angelic Upstarts (UK) – Police Oppresion
054. MK Ultra (USA) – Police Story (Black Flag cover)
055. Autistic Youth (USA) – Smash The Cop Cars With Bricks of Ressistance
056. Chaos UK (UK) – Police Protection
057. Raw Power (Italy) – Police, Police
058. Kill The Man Who Question (USA) – Good Cop, Bad Cop
059. The Borstal (Indonesia) – The Pigs
060. Germ Attack (Canada) – Death to Cops
061. Citizen Arrest (USA) – Serve and Protect
062. Subhumans (UK) – Till The Pigs Come Round
063. The Casualties (USA) – Police Brutality
064. Discarda (Brasil) – Police Bastard (Doom cover)
065. The Partisans (UK) – Bastard In Blue
066. Life Sentence (USA) – Men In Blue
Volume 3:
067. Klasse Kriminale (Italy) – Police Opression (Angelic Upstarts cover live)
068. Agent Orange (Netherlands) – Kill The Police
069. Rotten to the Core (Indonesia) – Police on my Back
070. Decontrol (USA) – Philly Cops
071. Against All Authority (USA) – Policeman
072. Rajoitus (Sweden) – Pollisi Siat
073. The Devotchkas (USA) – Coppers In Force
074. Aghast (USA) – Arrested by the Pigs
075. Bastard (Japan) – Dear Cops
076. Black Boots (Indonesia) – Polisi-polisi
077. Loutish (USA) – Police Attack
078. Hellsister (Malaysia) – Victims of Police Brutality
079. Stockholm Pigs (Sweden) – Nazi Cops From Hell
080. The Vicious (Sweden) – The Pigs
081. Cut The Shit (USA) – Boston Cops
082. Hard Skin (UK) – Copper Cunt
083. Bread and Water (USA) – Riot Cops In Full Retreat
084. Demob (UK) – Anti Police
085. Cabinet (Indonesia) – Foolish of Police Policy
086. Nabat (Italy) – Kill Police
087. Oxymoron (German) – The Pigs
088. No Value (Japan) – Mad Police
089. Homomilitia (Poland) – Police Story (The Partisan cover)
090. Chaos RI (Indonesia) – Police Fuck Off
091. The Clash (UK) – Police on my Back
092. Funeral Dress (Belgium) – Cops Are No Human Beings
093. AC4 (Sweden) – Coptown
094. Naked Agression (USA) – Death to All The Pigs
095. Milisi Kecoa (Indonesia) – Parasites
096. Severed Head of State (USA) – Cop on Fire
097. Youth Korps (USA) – Cop Song
098. Auktion (Sweden) – Burning Police Cars
099. Strung Up (USA) – Death by Cops
100. The Buttocks (German) – Kill The Pigs
101. Actives (UK) – Police Oppression

Leave a comment

Filed under Download

Seorang blogger menemukan “kadal” di permukaan planet Mars

tulisan ini dikutip dari x-files enigma
 
Sepertinya orang-orang melihat segala sesuatu di permukaan Mars. Gua, potongan kayu, hutan, tengkorak, wajah manusia,  patung perempuan, tupai hingga seekor gorilla. Sekarang koleksinya bertambah satu. Seekor kadal. 

Dailymail.co.uk mengatakan bahwa kadal itu ditemukan oleh seorang penggemar UFO dari Jepang yang kemudian menghubungi web UFO Sightings Daily. Scott C. Waring dari website itu kemudian memposting foto ini.
 
Tapi tunggu dulu, Scott tidak mengatakan bahwa foto tersebut adalah bukti bahwa Mars didiami oleh Reptilian Shape Shifters sejenis pengawal Obama yang pernah kalian baca beritanya. 
Scott menduga bahwa NASA telah mengutus kadal gemuk itu untuk menguji sesuatu yang rahasia. 
“Apakah NASA telah menaruh hewan-hewan dari tabung cyogenic di dalam Mars Rover untuk mengadakan uji coba?” Kata Scott. 
Bahkan Scott pun tidak berani memberikan spekulasi yang lebih jauh. Tapi paling tidak, Scott telah sukses memberikan bahan pembicaraan baru di internet. 
Msn.com memuat berita ini dengan judul yang cukup netral “Rumor: Creature with tail seen in NASA photo from Mars.” 
Sedangkan Examiner.com menyambut bola teori konspirasi dengan memberinya judul “Is that a lizard on Mars – Why is NASA Silent?” 
Errr… Mungkin karena NASA menganggapnya sebagai…. batu biasa? 
Lihat lagi fotonya. Pertanyaan: Mengapa warna kadal itu sama dengan batu di sekitarnya?
 
 
Pareidolia..Pareidolia… 
Ini link ke foto aslinya dari NASA. Mars.jpl.nasa.gov.  

UPDATE 10 Juni 2012

Selain kadal, foto lain yang menunjukkan seekor tikus atau hewan pengerat di permukaan planet Mars juga sempat menghebohkan. 

 

Walaupun menarik, saya juga berpendapat kalau ini adalah kasus Pareidolia. Berikut link ke foto aslinya: nasa.gov 

Leave a comment

Filed under Unmind

Making Punk A Threat Again

Quiet Blog For Silent Wars

punkaceh

Sebelum saya berpanjang-panjang menulis uraian tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti sebelum kalian menyerang dengan tuduhan macam-macam: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan, penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai –konon– dengan adat/norma setempat.

Di luaran sana sudah banyak catatan, argumen dan penjelasan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Beberapa catatan berikut bukan bermaksud untuk menambah hiruk pikuk, hanya sedikit catatan personal, berhubung sedikit banyak punk memiliki makna yang saya berhutang padanya inpirasi dan emansipasi sejak kali pertama saya bersentuhan dengannya.

Saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri yang agak sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam skena punk lokal di manapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang…

View original post 1,319 more words

Leave a comment

Filed under Unmind

Lima teori konspirasi yang terbukti benar

*tulisan ini dikutip dari blog X-files enigma*

Di dalam setiap situasi bencana, selalu ada sekelompok orang yang mengeluarkan teori konspirasi. Mulai dari pembunuhan Kennedy hingga Pemboman di Boston. Kebanyakan dari teori tersebut tidak berdasar dan terdengar gila. Namun kadang hal yang paling gila pun ternyata merupakan sebuah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Berikut adalah 5 teori konspirasi yang belakangan ternyata benar-benar ada.

Dunia konspirasi sama seperti cryptozoology. Bagi kebanyakan orang, mempercayai keberadaan Nessie atau Bigfoot akan dianggap sebagai sebuah kegilaan. Tidak ada bukti ilmiah keberadaan makhluk ini. Semua isu yang beredar hanya didasarkan pada kesaksian dan foto-foto yang buram.

Namun kebanyakan orang lupa kalau Panda dan Komodo pernah masuk ke dalam kategori cryptid. Ketika keberadaan kedua hewan tersebut dikenal luas, keberadaan Panda dan Komodo menjadi hal yang biasa. Begitu pula dengan teori konspirasi.

Beberapa teori konspirasi akan terdengar sangat tidak masuk akal. Misalnya, kepercayaan kalau sesungguhnya para politisi ternama di dunia ini adalah kaum alien reptilian yang sedang menyamar. How cool is that?

Kali ini kita tidak akan memeriksa teori mengenai reptilian yang menguasai bumi. Kita akan melihat teori konspirasi lain yang walaupun terdengar cukup gila, namun di kemudian hari terbukti merupakan sebuah kebenaran.

MK Ultra
Pada pertengahan tahun 1900an, beredar isu kalau pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini CIA, telah melakukan eksperimen pengendalian pikiranyang dilakukan melalui obat-obatan seperti LSD. Mereka yang mengajukan teori ini akan ditertawakan dan dianggap sebagai seorang Paranoid. Pemerintah Amerika juga tidak mengakuinya dan menganggap isu tersebut sebagai sebuah rumor yang tidak berdasar.Namun pada tahun 1975, kongres Amerika Serikat mulai membentuk komite untuk menyelidiki aktivitas CIA di dalam negeri. Komite yang disebut Church Committe ini menemukan fakta tentang MK Ultra. CIA memang melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau “Rekayasa Perilaku Manusia” lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA.

Program ini dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. Penyelidikan ini juga menemukan kalau ketua CIA saat itu, Richard Helms, telah memerintahkan pemusnahan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan MK Ultra pada tahun itu.Lewat undang-undang kebebasan informasi, CIA mulai melepaskan dokumen-dokumen yang tersisa ke publik hingga pada tahun 2001 MK Ultra sudah tidak dianggap sebagai proyek rahasia lagi.

Kesaksian Nayirah
Pada tahun 1990, terjadi konflik di Timur Tengah ketika Irak menginvasi Kuwait yang kaya akan minyak. Saddam Hussein menuduh Kuwait mencuri sumber minyak tersebut. Tentu saja Kuwait menolak tuduhan tersebut.Karena Irak memiliki militer yang jauh lebih kuat, maka Kuwait yang merupakan sebuah negara kecil namun memiliki kekayaan yang luar biasa, segera meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Untuk meyakinkan pemerintah Amerika, anggota kongres dari California bernama Tom Lantosmembawa seorang anak kecil berusia 15 tahun untuk berbicara di hadapan koleganya di Capitol Hill. Tom Lantos merupakan ketua dari kaukus hak asasi manusia di kongres.

Pada tanggal 10 Oktober 1990, mata dunia tertuju kepada Nayirah dan dengan seksama mendengarkan bagaimana ia menceritakan kekejaman pasukan Irak, termasuk ketika mereka membunuh 300 bayi di sebuah rumah sakit.

Ketika perang berakhir, ada orang-orang yang tertarik dengan sosok Nayirah. Mereka menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Nayirah ternyata anak dari Sheikh Saud Nasser Al Saud Al Sabah, duta besar Kuwait untuk Amerika Serikat yang juga merupakan anggota keluarga kerajaan.

Jadi desas-desus dan berbagai tuduhan konspirasi mulai muncul. Belakangan diketahui kalau Tom Lantos bekerjasama dengan sebuah firma public relation, Hill & Knowlton, yang juga bekerja untuk organisasi Citizens for free Kuwait.

Nayirah bahkan belajar akting dari lembaga tersebut dan kesaksiannya mengenai pembunuhan 300 bayi ternyata tidak terbukti. Konon keluarga kerajaan Kuwait membayar lembaga itu senilai 11,9 juta dolar. Tujuannya satu, yaitu untuk meyakinkan Pemerintah dan Kongres Amerika Serikat supaya mau mengambil tindakan militer terhadap Irak.

Eksperimen dengan substansi kimia dan biologi
Teori ini menyebutkan kalau pemerintah Amerika Serikat berusaha melakukan upaya kontrol populasi melalui racun yang disebarkan melalui agent/substansi kimiawi berbahaya. Apakah kepercayaan ini hanya bermula dari rasa paranoid yang mendalam atau memang memiliki dasar yang cukup kuat?Well, sepertinya para penganut teori konspirasi ini ada benarnya juga. Sekarang sudah merupakan pengetahuan lazim yang juga sudah diakui oleh pemerintah Amerika sendiri kalau pada masa lampau mereka memang melakukan eksperimen semacam itu. Catatan militer Amerika Serikat menunjukkan kalau mereka pernah melakukan eksperimen menggunakan substansi biologi terhadap warga sipil. Bahkan dilakukan hingga 239 kali!

Diantara eksperimen tersebut adalah penyemprotan yang dilakukan pada tahun 1966 di stasiun bawah tanah New York dengan substansi sejenis Anthrax!

Selain itu, pada tahun 1950, pemerintah Amerika juga melakukan penyemprotan awan bakteri di teluk San Fransisco. Awan ini disebut pemerintah sebagai agent biologi yang tidak berbahaya. Namun setelah itu, dilaporkan kalau ada 11 orang yang masuk rumah sakit dengan infeksi urinal yang langka. Paling tidak satu orang dilaporkan meninggal. Belakangan, diketahui kalau bakteri tersebut memang tidak berbahaya bagi orang sehat, namun dapat membawa dampak buruk bagi mereka yang memiliki tubuh yang lemah.

Pada tahun 2012, seorang peneliti bernama Lisa Martino Taylor berhasil mengumpulkan data yang membuktikan kalau ilmuwan militer telahmenyemprotkan partikel radioaktif di St.Louis, Missouri, yang disebut bertujuan untuk menguji teknologi senjata kimia. Penyemprotan ini dilakukan antara tahun 1950an hingga 1960an.

Sekarang, setelah peristiwa eksperimen di masa lampau ini, para penganut teori konspirasi percaya kalau pemerintah masih melakukan penyemprotan secara diam-diam. Salah satu bukti yang diajukan adalah chemtrail. Dalam versi teori yang lain, kontrol populasi ini dipercaya dilakukan lewat substansi lain seperti Flouride.

Apakah chemtrail atau Flouride merupakan bagian dari eksperimen pemerintah yang berbahaya? Waktu yang akan mengungkapkannya.

Operation Mockingbird
Setiap aspek kehidupan kita dibentuk oleh informasi yang kita terima. Namun, bagaimana jika arus informasi dikendalikan oleh pemerintah?Para penganut teori konspirasi memiliki satu kecenderungan. Mereka tidak mempercayai media mainstream. Mereka berargumen kalau media-media utama telah dikuasai oleh pemerintah yang mencoba untuk mengatur arus informasi. Buktinya adalah keengganan media utama untuk memberitakan masalah teori konspirasi.

Dalam banyak kasus, hal ini boleh dibilang benar. Pemerintah memiliki kepentingan dan punya kuasa untuk mengambil tindakan apa saja untuk melindungi keamanan nasional atau orang-orang tertentu.

Misalnya, ketika putri Obama, Malia, pergi berlibur ke Mexico, beberapa media memberitakan kunjungan itu. Namun keesokan harinya, berita tersebut lenyap begitu saja dari internet. Belakangan, Secret Service mengakui kalau mereka telah meminta media untuk mencabut berita itu demi keselamatan Malia.

Pada masa berakhirnya perang dunia II, sekitar permulaan tahun 1948, seorang agen CIA bernama Frank Wisner diberi kepercayaan untuk mengurus salah satu cabang CIA yang bernama Office of Policy Coordination. Dalam implementasi wewenangnya, Wisner memulai Operation Mockingbird yang tujuan utamanya adalah menginfiltrasi media-media utama di Amerika Serikat.

Pada pertengahan tahun 1950an, CIA sudah menjalin kerjasama dengan 400 jurnalis dari media-media utama di seluruh Amerika. Dengan operasi ini, pemerintah bisa dengan mudah mengatur arus informasi sehingga mengarah ke kondisi yang diinginkan.

Pada pertengahan tahun 1970an, Operation Mockingbird tersingkap dan dibubarkan. Entah apa dampak dari operasi tersebut dan informasi macam apa yang telah dikendalikan oleh Pemerintah.

Namun pertanyaannya adalah, apakah operasi itu benar-benar telah dihentikan? Siapa yang bisa memastikannya?

Iron Mountain
Pada tahun 1967, terbit sebuah buku yang ditulis oleh orang tidak dikenal. Buku itu menceritakan mengenai sebuah panel pemerintah yang dibentuk pada tahun 1963 dan terdiri dari 15 anggota yang disebut special study group.Panel ini mempunyai satu tugas, yaitu memikirkan dampak yang akan timbul jika Amerika Serikat memasuki masa damai yang berkepanjangan. Mereka mengadakan pertemuan secara teratur di sebuah bunker nuklir yang disebut Iron Mountain.

Selama dua tahun berikutnya Panel ini berusaha merumuskan pandangan mereka hingga akhirnya mengambil kesimpulan-kesimpulan yang kontroversial. Salah seorang anggota dari panel tersebut adalah seorang profesor yang kemudian memutuskan untuk membocorkannya ke publik lewat buku yang ditulisnya.

Salah satu kesimpulannya adalah, bahkan jika damai berkepanjangan dapat dicapai, bisa dipastikan kalau situasi itu bukanlah kondisi ideal yang dibutuhkan masyarakat. Perang adalah bagian dari ekonomi. Karena itu diperlukan sebuah kondisi perang untuk mencapai kestabilan ekonomi.

Menurut panel itu, sebuah pemerintahan tidak akan ada tanpa perang dan sebuah pemerintahan harus memanfaatkan perang sebagai sarana untuk mencapai situasi ekonomi politik yang mendukung.

Panel ini juga merekomendasikan pemerintah untuk mencari musuh alternatif dan menciptakan kepanikan masyarakat dengan Laporan-laporan penampakan alien atau polusi yang tidak terkendali.

Pada tanggal 20 November 1967, US News and World melaporkan kalau rumor mengenai Panel ini memiliki dasar dan mereka mendapatkan konfirmasinya dari seorang sumber di dalam pemerintahan. Sumber itu juga mengatakan ketika presiden Johnson membaca rekomendasi Panel Iron Mountain, ia memerintahkan stafnya untuk mengabaikannya. Pesan kawat segera dikirim ke duta-duta besar di berbagai negara dan meminta mereka untuk tidak mengaitkan rekomendasi panel ini dengan pemerintah Amerika Serikat.
Tapi benarkah rekomendasi ini telah diabaikan? Bagaimana cara kita memastikannya?
Saya akui, kadang penganut teori konspirasi menarik teori mereka terlalu jauh sehingga terdengar seperti sebuah gurauan.

David Icke misalnya. Ia adalah salah seorang penganut teori konspirasi yang paling ternama di Inggris. Ia pernah mengatakan kalau sesungguhnya saat ini kita sedang hidup di dalam sebuah… Matrix. Ini berarti apa yang sedang kita jalani sekarang hanyalah sebuah ilusi. Dia juga percaya kalau mayoritas politisi Amerika Serikat adalah ras Alien Reptilian yang menyamar.

Tokoh lain yang menarik adalah Alex Jones yang menjalankan situsInfowars.com. Jika Icke terkenal di Inggris, Jones terkenal di Amerika Serikat. Pria satu ini terdengar lebih masuk akal dibanding Icke. Ia percaya kalau peristiwa 911 dan pemboman marathon Boston adalah perbuatan pemerintah Amerika Serikat sendiri. Akhir-akhir ini kita bisa membaca berita di Indonesia yang mengutip Jones dalam kaitannya dengan Bom Boston.

Alex Jones

Tapi, inilah yang saya suka dari penganut teori konspirasi. Tidak ada kebenaran. Yang ada hanyalah sebuah Cover Up. Misalnya, Alex Jones percaya kalau Iluminati telah menguasai politik Amerika dengan satu tujuan, yaitu untuk menguasai dunia.

Lalu, datanglah penganut teori konspirasi yang lain. Lorie Kramer namanya. Kramer dengan lantang mengatakan kalau Alex Jones sebenarnya adalah rekrutan New World Order untuk mengalihkan perhatian publik Amerika. Tentu saja ini merupakan tamparan bagi Jones yang menganggap dirinya tokoh terdepan dalam perlawanan terhadap New World Order.

Belum cukup serangan yang dilancarkan Kramer, pasangan Gary dan Lisa Ruby mengklaim kalau Jones adalah rekrutan gereja scientology untuk menguasai dunia dan menghancurkan kekristenan.Lalu siapakah yang ingin kalian percayai? Jika kita bisa mempercayai Jones tanpa menuntut bukti, bukankah kita seharusnya juga bisa mempercayai Kramer dan Ruby tanpa menuntut bukti?

Jika saya adalah penganut teori konspirasi, maka saya akan menuduh Kramer dan Ruby sebagai rekrutan New World Order untuk mendiskreditkan Jones yang merupakan musuh utama New World Order.

Namun, setelah saya melancarkan tuduhan itu, bisa saja kalian balik menuduh saya sebagai antek New World Order yang bertujuan untuk mendiskreditkan Kramer dan Ruby yang bersuara lantang mengungkap kebohongan Jones. Dan seterusnya… dan seterusnya..

Demikianlah lingkaran pemikiran teori konspirasi yang tidak putus-putusnya. Membingungkan bukan?

Tapi mari kita lanjutkan dan tidak berkutat pada lingkaran pemikiran tersebut.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian.

Ingatkah kalian dengan Roswell? Pada tahun 1947, sebuah pesawat alien dan mayat pilotnya dipercaya jatuh di Roswell, New Mexico. Walaupun disebut terjadi pada tahun 1947, kisah Roswell ini baru terungkap pada tahun 1978 oleh peneliti UFO Stanton T Friedman.

Ingat Panel Iron Mountain yang dibentuk tahun 1963 yang saya singgung di atas?

Panel ini merekomendasikan pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan musuh alternatif dan menciptakan kepanikan masyarakat lewat laporan-laporan mengenai UFO dan Alien.

Nah, pertanyaan saya adalah, apakah kisah Roswell yang muncul ke permukaan pada tahun 1978 merupakan bagian dari implementasi panel Iron Mountain?

Kemudian apakah kasus penampakan UFO yang semakin intens dekade belakangan ini juga merupakan bagian dari implementasi tersebut?  

Lalu, apakah rekomendasi panel Iron Mountain benar-benar diabaikan pemerintah Amerika Serikat?

Bukankah kita hanya mengetahui kalau Presiden Johnson mengabaikannya lewat seorang sumber?

Bagaimana jika sumber tersebut ternyata merupakan bagian dari konspirasi untuk menutupi fakta?

Atau bagaimana jika US News and World yang melaporkan soal sumber tersebutternyata merupakan bagian dari Operation Mckingbird yang ternyata masih dijalankan?

Leave a comment

Filed under Unwriting

Yang Akan Kami Biarkan Terbakar Sebelum Meredup I

tulisan ini dikutip dari blog my saviour : Ucok homicide AKA morgue vanguard..”

Image

Sore itu saya urung pergi cepat meninggalkan percetakan. Hujan mulai mengunjungi akhir tahun. Membawa tumpukan dua rim poster, sangat tak mungkin menerobos hujan tanpa membuat poster-poster itu menjadi bubur kertas. Saya turunkan lagi dari motor, digotong ke warung kopi terdekat dan saya simpan tepat di sebelah kiri di mana dua orang asik bercakap. Duduk dan memesan secangkir kopi merupakan pilihan paling tepat di hadapan hujan yang baru saja mengguyur deras.

Hujaman air pada atap kios memaksa dua orang sebelah saya tadi meninggikan suara mereka bercakap. Secara tidak langsung mereka memberi saya izin ikut mendengarkan. Meski hanya potongan kalimat, saya cukup paham apa yang mereka bicarakan. Jason Bourne, konspirasi pemerintah dan George Orwell. Riddley Scott dan pencarian DNA alien. Collin Farrel, Phillip K Dick, dan Total Recall. Film-film terbaik di 2012 dan zeitgeist. Semangat zaman, ujar mereka.

Bane dan serangan terhadap Stock Exchange. Pengambilalihan kota berubah menjadi tirani. Pengadilan ‘rakyat’ yang mengingatkan pada revolusi Perancis lengkap dengan pemberontakan penjara yang mirip Bastille. The Dark Knight Rises lah yang paling representatif menurut mereka.

Perihal bagaimana Christopher Nolan memakai Batman untuk membuat gerakan Occupy nampak bodoh dan buruk. Menjadi gerbang menarik pada topik yang lebih serius, ketika mulai melibatkan teori-teori politik di dalamnya, dari Gramsci hingga Zizek, Marx, Lacan hingga Alan Badiou. Begitu menggebu seolah revolusi sedang terjadi, gerakan Occupy hadir disini dan lapangan Gasibu Bandung berubah menjadi Tahrir Square.

Saya sudah lama berdamai dengan kenyataan. Meski perjanjian perdamaian yang saya buat tak selalu mulus seperti ikrar damai Hamas-Israel. Namun paling tidak, cukup bekerja aktif untuk terhindar dari sindrom uring-uringan sendiri ketika berhadapan dengan obrolan kopi sore yang jauh bertetangga dengan realitas. Seperti saat sore itu, di tengah hujan.

Terlatih mengingatkan diri bahwa akan ada waktu dimana diskusi politik tak lebih dari percakapan yang menarik. Persis seperti menonton The Dark Knight sebagai hiburan. Maka ketika percakapan berlanjut mengungkit soal Arab Spring tanpa mengikutsertakan analisa mengapa gerakan otonomus dan demokrasi langsung di tataran lokal terasa dekaden, rasanya tak perlu diinterupsi untuk didebat.

Terlebih kemudian, mereka mencoba membuat analisa politik dalam kerangka ‘semangat zaman’, membandingkan gerakan Occupy dan Jokowi dalam ranah pencitraan. Mengkritik gerakan politik lokal yang kurang memoles pencitraan mereka, jauh dibandingkan apa yang dilakukan Adbusters dalam Occupy Wall Streets dengan visual-visual avant-garde-nya, seolah perubahan sosial hanya perihal kosmetik.

Sebuah kesimpulan ‘analisa akhir tahun’ yang aneh, cukup kontras dengan forum murung pada beberapa malam sesudahnya saat beberapa kawan hadir dalam momen refleksi tahunan. Di dalam ruangan berkepul asap, mengutarakan opini demi opini yang bernada sama, hampir putus asa mencari harapan. Gerakan akar rumput yang tertatih-tatih nyaris hancur, penindasan bercorak akumulasi primitif menyeruak di seantero nusantara dan politik populis lebih menyita perhatian diluar sana.

Tapi seisi ruangan itu harus mengiyakan perdamaian dengan kenyataan, toh diluar sana memang KPK diganyang lebih menarik dibanding para petani yang ditembaki. Jika kemudian melakukan kekonyolan kolosal klasik seperti membuat manifesto instan dan berteriak-teriak di tempat ramai –nyata atau virtual– akan nampak semakin bodoh.

Sebrutal apapun masturbasi intelektual yang dilakukan dua orang di warung kopi sore itu, paling tidak mengingatkan saya pada satu hal. Gerakan Occupy meski hanya sebagai tontonan dari seberang sini kita melihat, sedikit banyaknya sempat menawarkan ulang wacana lama tentang gerakan ekstra-parlemen di tahun 2012, dengan menginjeksi perspektif dan kenyataan baru. Memprovokasi diskusi tentang gerakan massa yang otonom, organik, radikal, multi-perspektif dan sama sekali keluar dari perdebatan memuakkan tentang ‘perwakilan rakyat’ di parlemen, politik elit atau ocehan gadang-menggadang tampuk kekuasaan seperti gubernur atau walikota. Meski itu hanya sementara saja.

Pasca Jokowi terpilih, wacana politik lokal kembali pada wacana lama; berharap ratu adil datang membereskan hiruk pikuk. Yang pro menyoraki, yang kontra mengutuk. Tapi pada dasarnya mereka nyaris seragam. Mereka yang berharap pada ratu adil, berharap segelintir elit akan merubah nasib mereka. Beruntunglah mereka yang menyadari bahwa hidup terlalu pendek untuk mengimani sebuah dunia yang dapat diselamatkan oleh seorang kapitalis yang baik seperti Bruce Wayne.

Saya menadahkan tangan ke luar bilik kios, memastikan tetesan hujan cukup kecil dan tidak akan merusak poster yang akan saya bawa. Besok lusa seorang sahabat akan membawanya ke pengadilan. Dua orang petani dikriminalkan dan mereka akan menghadiri proses pengadilan dengan poster-poster itu.

Dua orang anggota klub filsafat tadi belum juga selesai berdebat, namun topik sudah tidak menarik bahkan keterlaluan menyebalkan ketika sampai pada riset gegabah seputar keogahan mereka berurusan dengan aktivis buruh yang mereka pikir terlalu low-blow sebagai pilihan aktivitas.  Nampaknya perubahan bagi kelas menengah seperti mereka hanya persoalan obrolan politik mana yang mainstream dan mana yang tidak. Ini pula tanda bagi saya untuk segera pergi karena besar potensinya merusak perdamaian saya dengan kenyataan. Semakin besar kemungkinan saya terpancing dan mendebat, sesuatu yang tentu saja tak penting.

“Itu poster apa Bang boleh minta?” seorang mereka menyela ketika saya mengikat dua tumpuk poster di jok belakang. Saya keluarkan tiga lembar untuk mereka, sembari pamit.

“Saya koleksi poster politik begini Bang, saya rasa yang beginian harus ditempel di dinding gedung dewan” Ia memotong.

Dewan yang ia maksud pasti DPRD. Saya agak termenung sejenak dan menaikkan alis sebelah. Setelah menyimak perbincangan mereka soal subjek radikal dan Alan Badiou agak mengherankan mereka masih percaya politik perwakilan, demokrasi liberal dan masih ambil pusing mencari perhatian para ‘wakil rakyat’.

Saya hanya tersenyum, menyalakan motor dan memasang headphone di telinga. Kebiasaan yang sering dicerca istri saya, karena beresiko tak mendengarkan sekeliling ketika berkendara.

Magrib yang merapat. Saya bergegas dan sepanjang perjalanan terheran-heran, hampir tak percaya jika Apollo Brown merilis dua album gila di tahun yang sama.

Leave a comment

Filed under Uncategorized