Misteri Kematian Elisa Lam di Hotel Cecil – Terpecahkan?

Di sebuah hotel yang memiliki sejarah kelam di pusat kota Los Angeles, mayat seorang perempuan ditemukan di dalam tangki air di atap hotel dan akses menuju atap hanya bisa dilakukan lewat tangga darurat dan sebuah pintu yang terkunci rapat. 

Ini bukan bagian dari naskah buku detektif Conan. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah memicu perbincangan hangat di seluruh dunia. Para penggemar misteri hingga pengguna internet untuk seketika lamanya bermain menjadi detektif dunia maya. Semuanya dilakukan dalam usaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Elisa Lam.
 
Peristiwanya dimulai pada tanggal 19 Februari 2013 ketika para penghuni hotel Cecil di pusat kota Los Angeles mengajukan komplain kepada pengurus hotel mengenai aliran air yang terlalu kecil. Jadi seorang petugas pemeliharaan segera mengambil kunci pintu menuju atap hotel dimana tangki penampungan air berada.
 
Apa yang ditemukannya segera menimbulkan gelombang kejut ke seluruh penghuni hotel. 
 
Di dalam salah satu dari empat tangki yang ada di atap itu, ditemukan sesosok mayat yang diidentifikasi sebagai Elisa Lam, salah satu penghuni hotel yang telah dinyatakan hilang selama lebih kurang 19 hari.
Elisa Lam adalah seorang mahasiswi di University of British Columbia, Kanada. Usianya 21 tahun dan pada tanggal 26 Januari 2013 pergi ke Los Angeles seorang diri dan check in ke hotel Cecil. Ia terlihat terakhir kali oleh staf hotel pada tanggal 31 Januari.
 
Pada tanggal 13 Februari, kepolisian Los Angeles merilis sebuah rekaman CCTV lift hotel untuk meminta bantuan masyarakat yang mungkin melihat Elisa.
 
Pada tanggal 19 Februari, mayat Elisa Lam ditemukan di dalam tangki air.
 
Ada dua hal yang menjadi misteri utama dalam kasus ini. Yang pertama adalah apa yang sedang dilakukan Elisa di dalam lift yang terekam oleh CCTV dan yang kedua adalah bagaimana Elisa bisa naik ke atap dan masuk ke dalam tangki.
Dalam rekaman CCTV yang dirilis pihak kepolisian, terlihat kalau Elisa Lam bertingkah cukup aneh. 
 
Ia masuk ke lift di lantai 14, kemudian menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya. 

Lalu ia menunggu pintu lift tertutup.

Pintu Lift tidak kunjung tertutup. Jadi Elisa memeriksa keluar dengan cara yang tidak biasa.

Setelah memastikan tidak ada yang aneh, ia kembali masuk ke lift, berdiri sebentar, lalu merapat ke sudut lift seakan-akan sedang bersembunyi dari seseorang.

Lalu ia keluar lift lagi, melihat ke kiri kanan dan masuk kembali ke dalam lift sambil menekan-nekan ulang tombol lift.

Setelah itu ia kembali keluar. Di sebelah kiri lift, ia menggerak-gerakkan tangan seperti sedang menari atau berenang. Lalu ia pergi dan pintu lift tertutup.

 
 
 
Berikut videonya:
 
Apa yang sedang terjadi pada Elisa Lam di dalam lift tersebut? Mengapa ia bertindak begitu aneh?
 
Lalu, bagaimana ia bisa berada di dalam tangki? bagaimana caranya naik ke atap yang terkunci?
 
Jika Elisa Lam dibunuh, maka lokasi dan kondisi yang menyertai penemuan mayatnya menunjukkan kalau pembunuhan ini adalah sebuah kejahatan yang sempurna.
 
Menurut pihak kepolisian, mereka memiliki lebih dari 100 jam rekaman CCTV di dalam hotel Cecil, namun memutuskan hanya merilis rekaman di dalam lift tersebut untuk mempermudah warga yang mengenalinya karena Elisa Lam yang terlihat di rekaman tersebut agak berbeda dengan foto-foto di facebooknya.
 
Pada tanggal 22 Februari 2013, pihak kepolisian menyelesaikan otopsi dan mengumumkan kalau penyebab kematian Elisa belum bisa dipastikan dan pengumuman selanjutnya akan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi terlebih dahulu.
 
Pada tanggal 21 Juni 2013, seluruh pemeriksaan selesai dan pihak kepolisian mengumumkan bahwa kematian Elisa Lam terjadi akibat “Accidental Drowning” atau tenggelam karena kecelakaan. Pemeriksaan ini juga menemukan kalau Elisa menderita Bipolar Disorder (Penyakit mental yang berhubungan dengan perubahan mood yang drastis) yang yang bisa jadi berkontribusi terhadap kecelakaan ini. Pihak kepolisian tidak mengelaborasi lebih lanjut. 
 
 
 
Jadi tidak ada aksi “kejahatan sempurna” seperti yang diperkirakan banyak orang. 
 
Pengumuman ini membuat keluarga Elisa cukup kecewa karena tidak ada keterangan bagaimana Elisa bisa sampai ke atap.
 
Apakah pihak kepolisian benar-benar telah menyelesaikan kasus ini? ataukah ada kemungkinan lain?
 
Sebelum kita berspekulasi yang aneh-aneh, kita perlu menyadari satu hal.Kasus ini tidak akan bisa dipecahkan hanya dengan melihat beberapa foto dan rekaman serta membaca beberapa cuplikan berita. Bahkan di dalam film-film fiksi, para detektif brilian membutuhkan akses ke berbagai informasi untuk memecahkan suatu kasus pembunuhan.
 
Dalam kasus Elisa Lam, kita butuh semua rekaman CCTV dari hotel Cecil. Kita juga butuh transkrip wawancara dengan semua karyawan dan tamu hotel. Lalu, hasil pemeriksaan lokasi tangki dan jalur menuju atap, sidik jari yang ditemukan, hasil pemeriksaan kamar tempat Elisa menginap, ponsel Elisa dan masih banyak lagi. 
 
Tanpa semua itu kita hanya memiliki spekulasi. 
 

Namun, untuk membuka pikiran kita, saya kira tidak ada salahnya untuk mereview kembali kasus ini. Sama seperti postingan saya sebelumnya mengenai tabrakan pesawat Boeing Air China, tulisan ini hanya untuk melihat beberapa kemungkinan dan tidak bertujuan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi terhadap Elisa Lam.

 
Kemungkinan  Pertama – Pembunuhan oleh Iluminati
Saya tidak sedang mengada-ngada. Teori ini diajukan oleh banyak penganut teori konspirasi di internet. Alasannya adalah nama “Elisa Lam”. Tidak berapa lama sebelum kematian Elisa, di wilayah itu terjadi wabah TBC. Salah satu metode untuk mendiagnosa keberadaan penyakit tersebut pada pasien HIV adalah “LAM-ELISA“. 
Jika kalian tidak percaya, kalian bisa menggooglingnya dan menemukan keterangan tentang metode ini.
Berdasarkan pada kesamaan ini, para penganut teori konspirasi mengambil kesimpulan bahwa kematian Elisa digunakan oleh Iluminati untuk memperingati warga Los Angeles mengenai serangan senjata biologis yang akan segera datang.
Bingung?
Saya juga. Tapi, tidak bisa disangkal, ada kebetulan yang luar biasa disitu.
Kemungkinan kedua – Pembunuhan oleh Hantu
Para pengguna internet di Asia mulai menghubungkan kematian Elisa dengan hantu. Sebabnya adalah karena rekaman CCTV yang misterius tersebut dan adanya kesamaan antara kondisi kematian Elisa dengan adegan dalam film horor “Dark Water“.
Lalu, sejarah kelam hotel Cecil menunjukkan adanya kematian-kematian misterius lainnya. Hotel Cecil berdiri pada tahun 1927. Richard Ramirez dan Jack Unterweger, dua pembunuh berantai termashyur diketahui tinggal di hotel itu sementara melakukan kejahatannya. Tahun 1950an hingga 1960an, hotel ini menjadi sangat terkenal karena beberapa pengunjung bunuh diri dengan melompat dari jendela.
Apakah mungkin roh-roh penasaran dari masa lampau kembali datang dan menghantui Elisa?
Kemungkinan ketiga – Pembunuhan (bukan oleh Iluminati atau hantu)
Beberapa media menyebutkan kalau Elisa ditemukan di dalam tangki dalam keadaan telanjang.

Sebelum mayatnya ditemukan, pihak kepolisian sudah pernah mencari Elisa ke atap hotel dan mereka tidak menemukan pakaian disana. Ini berarti Elisa mengalami kejahatan seksual dan pembunuhnya membawa pakaiannya pergi untuk menghapus jejak, atau minimal untuk menunda penemuan mayat supaya ia punya waktu untuk melarikan diri.

Jika ini yang terjadi, pembunuhnya pastilah seorang pria berbadan besar karena dibutuhkan kekuatan yang cukup besar untuk mengangkat mayatnya lewat tangga ke dalam tangki. 

 
Atau… bisa juga pembunuhnya tidak berbadan besarJIka demikian adanya, maka kemungkinan besar Elisa mengenalnya.
Bisa saja ia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya di hotel. Lalu pembunuh itu mengirimnya pesan untuk bertemu di lantai 14, mungkin dengan ajakan untuk melihat pemandangan kota Los Angeles di malam hari lewat jendela kecil di lantai itu.  Atau sang pembunuh memang tinggal di lantai tersebut (Elisa tinggal di lantai 4 dan lift yang terlihat di CCTV adalah di lantai 14).

Di lift, Elisa memutuskan untuk bermain-main sebentar. Ia membuka lift, lalu menekan tombol door hold, bersembunyi di sudut lift. Tujuannya untuk mengagetkan sang teman jika ia masuk ke dalam lift. Karena tidak kunjung datang, Elisa memutuskan untuk membatalkan permainannya.

Mengenai gerakan anehnya di dalam lift, mungkin karena Elisa bosan dan sedang ingin sedikit merilekskan pikirannya.

Walaupun ia gagal mengagetkan temannya, namun, acara melihat pemandangan tetap berlanjut.  Elisa keluar lift, bertemu dengannya di lantai 14. 

Sang pembunuh mengusulkan untuk naik ke atap demi mendapatkan pemandangan Los Angeles yang lebih jelas. Setelah Menyadari pintu menuju atap terkunci, mereka naik ke atas lewat tangga darurat. 

Sesampainya di atap, pembunuh itu mengajaknya naik ke “storage room”. Lalu disana Elisa dibunuh, mungkin dengan memberinya semacam obat yang membuatnya kehilangan kesadaran. Dari situ, tidak terlalu sulit memasukkan mayat Elisa ke dalam tangki, seperti yang terlihat pada foto di bawah ini. 

Karena obat yang diberikan hanya dalam dosis ringan, mayat yang sudah membusuk selama belasan hari akan melenyapkan jejak-jejaknya sehingga lolos dari penyelidikan petugas toksikologi.

Kemungkinan terjadinya pembunuhan memang menjadi spekulasi banyak orang. Namun, sebaik apapun teori mengenai cara pembunuhan dilakukan akan menjadi tidak masuk akal. Alasannya sederhana.

Seperti yang saya katakan, pihak kepolisian memiliki akses terhadap seluruh CCTV gedung. Jika pihak hotel memasang CCTV di dalam lift, bisa dipastikan kalau mereka juga memasangnya di lorong hotel. Apabila Elisa memang bersama seseorang pada hari itu, pastilah CCTV akan menangkapnya dan polisi sudah akan memiliki seorang tersangka. Jika Elisa tidak bersama seseorang, pastilah polisi juga sudah memeriksa CCTV untuk melihat siapa saja yang pernah naik ke atap atau turun dari atap. 

Namun, tidak ada rilis mengenai semua ini yang berarti kemungkinan memang tidak ada pembunuh.

Kemungkinan keempat – Kecelakaan 

Seperti yang sudah saya katakan di atas, pihak kepolisian mengumumkan kalau kematian Elisa disebabkan oleh “Accidental Drowning”.  Jawaban ini tidak memuaskan banyak pihak, termasuk keluarga Elisa sendiri.

Bagaimana mungkin kasus seaneh ini dianggap sebagai kecelakaan? Mungkinkah pihak kepolisian salah dalam mengambil kesimpulan?

Memang ada kemungkinan itu. 

Melakukan otopsi terhadap mayat yang diambil dari air bukan sesuatu yang mudah. Untuk menentukan apakah seseorang tewas karena tenggelam, tim forensik umumnya akan melihat air di dalam paru-paru atau keberadaan diatom (sejenis algae mikro) di dalam jaringan tubuh. Bukan hanya itu, tim forensik juga akan melihat apakah ada vegetasi di telapak tangan korban. 

Jika seseorang tenggelam, maka reaksi pertamanya adalah menjangkau benda atau permukaan yang bisa disentuhnya. Karena itu, seringkali korban tenggelam  memiliki sisa-sisa vegetasi air di tangannya (Untuk kasus Elisa, hal itu menjadi tidak mungkin karena ia bukan tenggelam di sungai, melainkan di sebuah tangki penampungan air yang tidak bervegetasi).

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, pihak kepolisian akan meminta bantuan toksikologis untuk memeriksa apakah ada zat-zat kimia atau obat-obatan di dalam mayat. Jika mayat telah mengalami pembusukan, maka toksikologis bisa memeriksa Vitreous Humor (sejenis gel yang berada di antara lensa dan retina mata) atau bahkan bakteri dan belatung yang ditemukan.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pihak toksikologis perlu mendapatkan riwayat kesehatan korban untuk mencocokkan obat-obatan yang ada di dalam sistem tubuhnya. Inilah yang menyebabkan hasil toksikologis Elisa baru bisa keluar empat bulan setelah kematiannya. Pihak kepolisian mengaku mengalami kesulitan mendapatkan riwayat kesehatan itu. 

Intinya, yang ingin saya katakan adalah teknologi masa kini mampu mendeteksi keberadaan zat-zat kimia di dalam mayat, bahkan yang telah membusuk sekalipun.

Jika tidak ditemukan tanda-tanda seperti alkohol, obat-obatan, serangan jantung atau pukulan benda tumpul, maka mereka mengambil kesimpulan kalau korban tewas karena tenggelam. Jadi, memang pihak kepolisian bisa salah karena mereka hanya mengeliminasi beberapa kemungkinan untuk sampai kepada kesimpulan tenggelam. Tapi kemungkinan kesalahan itu sangat kecil.

Dalam kasus Elisa, pihak forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau adanya obat-obatan di dalam tubuhnya sehingga kesimpulan kecelakaan pun diambil.

Jika mereka mengambil kesimpulan seperti itu, pastilah dengan alasan yang kuat. Jika mereka tidak mengelaborasi lebih lanjut, kemungkinan karena memang tidak ditemukan unsur kriminal sehingga penyelidikan dihentikan. Wajar saja. 

Namun, kesimpulan ini punya lubang. Jika memang kematiannya diakibatkan karena kecelakaan, bagaimana mayat itu bisa berada di dalam tangki? Apakah Elisa naik ke atap untuk melihat pemandangan malam dan kemudian terpeleset ke dalam tangki? Bukankah tangki airnya tertutup? 

Karena itu, ada kemungkinan terakhir yang mungkin lebih masuk akal dibanding karena kecelakaan. 

Kemungkinan kelima – Bunuh Diri
Sampai sejauh ini kita bisa mengetahui kalau pihak kepolisian memiliki informasi sebagai berikut:

1. Tidak ada tanda-tanda pembunuhan pada mayat.
2. Tidak ada tanda-tanda overdosis obat atau racun pada mayat.
3. Tidak ada tanda-tanda kalau Elisa bertemu dengan seseorang di hotel.
4. Elisa Lam memiliki riwayat Bipolar Disorder. 

Dari keempat informasi ini, jelas kalau kemungkinan pembunuhan bisa dieliminasi sehingga hanya tinggal dua yang paling mungkin, yaitu karena kecelakaan dan karena bunuh diri. Diantara keduanya, saya lebih condong ke bunuh diri. Jika kesimpulan bunuh diri diambil, maka banyak pertanyaan yang bisa terjawab dengan mudah. Misalnya beberapa pertanyaan sebagai berikut:

1. Mengapa Elisa Lam bepergian sendiri ke Los Angeles?

Memang tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang pasti soal ini. Namun kemungkinannya adalah karena ia ingin menyepi. 

Menurut Michaelshouse.com, salah satu organisasi yang berhubungan dengan kecanduan alkohol, obat-obatan dan masalah mental, gejala-gejala yang bisa dijumpai pada penderita Bipolar Disdorder adalah:  

“The symptoms of bipolar disorder and drug addiction are often similar, including: depression, mood swings, hopeless feelings, social withdrawal, anxiety and other behaviors.” 

Saya tidak akan heran jika Elisa pergi ke Los Angeles sendirian karena memang sedang ingin menyendiri. 

 
2. Mengapa Elisa Lam bertingkah aneh di dalam lift? 

Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, ada yang perlu kita ketahui terlebih dahulu. Rekaman CCTV tersebut bisa saja menjadi kunci pemecahan misteri ini atau tidak sama sekali. Soalnya kita tidak tahu pasti tanggal berapa rekaman itu diambil. 

Namun karena Elisa check in ke hotel pada tanggal 26 Januari dan terakhir terlihat pada tanggal 31 Januari, maka kita bisa menyimpulkan kalau rekaman itu kemungkinan diambil pada tanggal 31 Januari.

Kita tahu Elisa ditemukan pada tanggal 19 Februari, namun forensik tidak bisa memastikan kapan Elisa tewas. Udara dingin dan tidak adanya serangga di dalam tangki bisa memperlambat proses pembusukan sehingga mempersulit identifikasi waktu tewasnya.
 
Jadi, bisa saja ada selang beberapa hari antara terjadinya peristiwa lift dengan tewasnya Elisa sehingga rekaman tersebut tidak berarti bisa memberikan kepada kita sebuah petunjuk. 

 Namun bagaimanapun juga perilaku yang ditunjukkan di dalam lift tetap menarik karena sangat tidak umum. Yang bisa saya berikan adalah beberapa kemungkinan lagi.

a. Elisa sedang mabuk obat atau alkohol. 
  
Teori ini akan kembali kepada Bipolar Disorder yang diidapnya. Sebelum hasil toksikologi Elisa keluar, rekaman CCTV di lift tersebut diperlihatkan kepadaTrinka Porrata, seseorang yang ahli dalam masalah obat bius. Walaupun ia tidak bisa memastikannya, namun Trinka menduga bahwa Elisa berada di bawah pengaruh obat-obatan. 

Ketika hasil toksikologisnya keluar, kita bisa mengetahui bahwa ternyata obat-obatan bukan faktor yang menyebabkan Elisa bertingkah seperti itu. Kalau begitu apa? 

Kemungkinannya adalah Elisa sedang mabuk alkohol. Jawaban ini sangat sederhana dan terkesan menunjukkan kemalasan berpikir. Tapi saya punya dasar untuk mendukungnya.

Menurut statistik, sekitar 60% dari penderita Bipolar Disorder mengalami kecanduan obat-obatan atau alkohol. Ini disebabkan karena mereka biasa lari ke alkohol untuk mengurangi depresi.

Lalu mengapa laporan toksikologis tidak menyinggung apa-apa soal alkohol?

 Jika peristiwa lift memiliki selang waktu beberapa hari dengan kematian Elisa, maka jejak-jejak alkohol bisa tidak ditemukan di tubuhnya.

Jika kita meminum alkohol, maka jejak-jejak alkohol tersebut akan lenyap lewat nafas, keringat, urin dan metabolisme. Jejak-jejak tersebut bisa segera hilang dari tubuh kita dalam tempo 10 jam hingga beberapa hari (Tergantung berapa banyak kita meminumnya).

Persoalan dengan teori ini adalah Elisa tidak atau kurang terlihat seperti orang mabuk. Cara ia berjalan tidak seperti seseorang yang sempoyongan. Satu-satunya tindakan yang membuatnya terlihat seperti orang mabuk adalah gerakan tangannya.

b. Tindakan Elisa hanya iseng.

Berapa banyak dari antara kalian yang sering melakukan gerakan aneh atau lucu jika sedang sendirian? Berapa banyak di antara kalian yang suka membuat ekspresi lucu ketika sedang bercermin? Saya yakin cukup banyak. 

Perilaku aneh Elisa bisa jadi hanya karena ia seorang yang cukup “animated”. Mungkin terpengaruh oleh Bipolar Disorder yang diidapnya.

c. Bipolar Disordernya kambuh karena tidak meminum obat.

Ini adalah kemungkinan yang paling kuat. Penderita Bipolar Disorder seringkali memiliki gejala yang mirip dengan pengguna Obat bius dan penderita ADHD sehingga tindakan aneh Elisa di dalam lift bukan lagi menjadi sebuah misteri.

Itu adalah tiga kemungkinan untuk menjawab perilaku aneh Elisa di dalam lift. 

3. Kalau memang ia bunuh diri, mengapa aktivitasnya sebelum kematian tidak menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri? 
Benar. Sebelum kematiannya, Elisa mampir ke sebuah toko buku di sekitar hotel yang ironisnya bernama “The Last Book Store” dan membeli beberapa buku dan piringan. Ia mengatakan kepada penjaga toko bahwa buku dan piringan tersebut akan diberikan kepada orang tuanya sebagai oleh-oleh. 

Orang yang berniat bunuh diri tidak akan membeli oleh-oleh. 

 
Namun ada kemungkinan lain. 

Keinginan untuk bunuh diri itu bisa muncul tiba-tiba jika ia mendapatkan kabar yang membuatnya depresi atau jika Bipolar Disordernya kambuh. 

Menurut statistik, di kalangan penderita Bipolar Disorder, tingkat bunuh diri tahunannya 20 kali lebih besar dibanding populasi pada umumnya. Sedangkan 25%-50% penderita Bipolar Disorder pernah mencoba untuk bunuh diridan keinginan untuk bunuh diri tersebut bisa muncul secara tiba-tiba.

4. Lalu bagaimana Elisa bisa sampai ke atap? Bukankah pintu menuju atap selalu terkunci dengan alarm? 
 
Banyak orang mempermasalahkan akses ke atap gedung yang sepertinya tidak mungkin. Tapi, seringkali kita lupa bahwa akses menuju atap tidak hanya bisa dilakukan lewat pintu atap. Akses itu juga bisa dilakukan lewat tangga darurat.Dan percaya atau tidak, pintu menuju atap gedung sebenarnya tidak selalu terkunci. Jadi, menurut saya ini bukan masalah. 

Di youtube, ada sebuah video dari seorang citizen journalist yang merekam pemandangan tangki air yang diambil dari atap hotel Cecil. Saya tidak tahu apakah ia memiliki ijin untuk naik ke atas. Namun jika tidak, ini menunjukkan bahwa akses menuju atap tidaklah begitu sulit.

Berikut videonya:

Ada satu hal lagi yang menarik dari video ini. Jika kalian memperhatikan baik-baik rekaman ini, kalian bisa menemukan banyak coretan-coretan di atap hotel dan di tangki air. Coretan-coretan tersebut terlihat seperti dibuat oleh orang-orang iseng. 
 

Jika demikian, bukankah itu menunjukkan bahwa akses menuju atap bisa ditembus dengan mudah?

5. Jika Elisa memang bunuh diri, mengapa ia melakukannya dalam keadaan telanjang?

Jika kita melihat kembali pada kasus-kasus bunuh diri di masa lampau, kita bisa menemukan kasus-kasus unik dimana bunuh diri dilakukan dalam keadaan telanjang. Fenomena ini dikenal dengan sebutan Naked suicide. Jadi, bukan sesuatu yang aneh. Fenomena ini memang belum bisa dipahami sepenuhnya sehingga membuat para psikolog secara khusus mempelajarinya. 
 
Selain itu, ada lagi kemungkinan lain. Yaitu tubuhnya tidak ditemukan dalam keadaan telanjang. Ini memang agak simpang siur dan media pun menjadi sedikit kebingungan. Contohnya berita dari examiner.com berikut ini.
Dari url yang saya lingkari, terlihat kalau examiner.com awalnya memberitakan bahwa mayat Elisa ditemukan dalam keadaan telanjang. Namun sepertinya mereka telah mengkoreksinya dan menghilangkan kata “Naked” dari headlinenya walaupun kemudian mengutip CBS Los Angeles yang memberitakan bahwa Elisa ditemukan dalam keadaan telanjang (nude). Namun jika kita masuk ke website CBS Los Angeles dan memutar video yang ada disitu, kita tidak akan menemukan kata nude disebutkan.Hanya media yang mengutip penyiar radio Claudia Peschiutta yang menyebutnya telanjang. Media-media lain tidak menyebutkan kondisi tersebut.

Maksud saya adalah, ada kemungkinan kalau media salah memberitakan kondisi penemuan mayat karena memang tidak ada rilis resmi dari pihak kepolisian yang menyebutkan soal itu. Namun kalaupun benar Elisa ditemukan dalam keadaan telanjang, maka jauh lebih masuk akal mengatakan ia tewas karena bunuh diri dibanding karena kecelakaan.

6. Jika Elisa bunuh diri, mengapa tangki air tertutup ketika ditemukan? Bukankah mustahil bisa menutup tangki air dari dalam?

Masalah tutup tangki memang menjadi sangat penting. Jika tutup tangki ditemukan dalam kondisi tertutup, maka kemungkinan terjadinya pembunuhan menjadi sangat besar. Namun seperti yang sudah saya katakan di atas, saya berasumsi bahwa polisi sudah melakukan tugasnya meneliti semua rekaman CCTV di dalam hotel dan tidak menemukan unsur pembunuhan dari sana. Dengan demikian kemungkinan keduanya adalah bunuh diri.

Kebanyakan orang akan berpendapat bahwa mustahil menutup tangki dari dalam. Namun sebenarnya tidak demikian. Ketika mayat Elisa ditemukan, tangki memang ditemukan dalam keadaan tertutup (dikonfirmasi oleh wawancara dengan pihak kepolisian). Namun jangan melupakan satu hal, yaitu faktor air.

Ketika mayat ditemukan, air tangki penuh sekitar 75%. Dengan kondisi ini,sangat mungkin pada saat Elisa masuk ke dalam tangki, airnya masih penuh.

Jika kita melihat desain tutup tangki, kita bisa melihat ada dua tonjolan di salah satu sisinya. Kemungkinan dua tonjolan ini adalah engsel. Artinya pintu tersebut seperti sebuah jendela yang terkait di salah satu sisinya. Jika Elisa masuk ke dalam tangki yang penuh dengan air, ia bisa mengambang dan menarik tutup tersebut. Sama sekali tidak mustahil.

7. Kalau memang Elisa bunuh diri, mengapa ia menenggelamkan diri ke dalam tangki dan bukan melompat saja dari atap gedung? 
 
Sebelum menjawab ini, saya akan berikan satu lagi alasan mengapa saya menganggap kematian karena bunuh diri lebih mungkin karena kecelakaan.
Ini karena di masa lampau, kasus penemuan mayat di dalam tangki umumnya terjadi karena bunuh diri. Luar biasanya, salah satu yang mirip dengan kasus Elisa Lam adalah kasus yang menimpa pekerja wanita, warga negara Indonesia, di Singapura.
Bulan mei 2011, mayat Ruliyati ditemukan di dalam tangki air blok 686B, apartemen Woodland, Singapura. Ketika ditemukan, pertanyaan yang muncul sama dengan kasus Elisa. 

 

Deja Vu?

Awalnya, kasus ini dianggap sebagai pembunuhan. Namun belakangan terungkaplah masalahnya yang sebenarnya. Ruliyati memiliki seorang kekasih bernama Repon Mustafa. Majikannya yang tidak suka melihatnya berhubungan kemudian meminta Ruliyati untuk memutuskan hubungan dengan pria tersebut. Ruliyati yang depresi kemudian berencana bunuh diri bersama Repon dan keduanya sepakat untuk melakukannya di tangki air. Pada detik terakhir, Repon berubah pikiran sedangkan Ruliyati menyelesaikan niatnya dengan menenggelamkan dirinya sendiri. (baca disini)

Mungkin diantara kalian ada yang bertanya, “Mengapa Ruliyati (ataupun Elisa) memutuskan untuk bunuh diri di dalam tangki? mengapa tidak terjun saja dari atap apartemen? Bukankah lebih mudah?” 

Well, pertanyaan seperti itu tidak akan pernah bisa dijawab. Ada yang memilih bunuh diri dengan racun, ada yang dengan membakar diri, ada yang menembak kepalanya, ada yang gantung diri dan ada yang terjun dari ketinggian. Semuanya tergantung pilihan masing-masing dan kita yang tidak memahaminya memang akan terus mempertanyakannya. Tapi itulah kenyataannya.

Kesimpulan

Karena pihak kepolisian sudah menyebutnya sebagai kasus kecelakaan, maka saya rasa kita tidak akan bisa berharap adanya penyelidikan lebih lanjut sehingga satu-satunya cara agar kasus ini bisa menjadi lebih jelas adalah: Pihak keluarga perlu menyewa detektif swasta. 

Ia bisa memeriksa kembali petunjuk-petunjuk yang dimiliki oleh pihak kepolisian dan mengambil kesimpulannya sendiri.

Namun jika kalian menanyakan pendapat saya, maka saya lebih condong ke kasus bunuh diri dibanding kecelakaan. Tapi kesimpulan dari pihak kepolisian pun tidak akan saya permasalahkan. 
 
 
Dikutip dari Blog X-files Enigma
Advertisements

Leave a comment

Filed under Unmind

South Bronx NYPD – 1976 The Police Tapes [Review]

Remember Bronx River rollin thick
With Kool DJ Red Alert and Chuck Chillout on the mix
When Afrika Islam was rockin the jams
And on the other side of town was a kid named Flash
Patterson and Millbrook projects
Casanova all over, ya couldn’t stop it…
– South Bronx – Boogie Down Productions, 1987

Penemuan mayat di sudut jalan, seorang ibu yang diperangkap oleh anaknya yang sakit jiwa, suara track Kool Herc dari speaker di depan toko kelontong, pembakaran gedung oleh sang tuan tanah, seorang anak yang ditampar ibunya dengan kapak, beat-beat breakdance di penghujung malam, wajah mabuk anggota geng dengan nanar dendam, sinar redup toko makanan yang sehari sebelumnya dirampok.

Saya jarang meresensi film, terlebih film dokumenter, tapi yang satu ini terlalu istimewa untuk tidak dibagi-bagi, meski ‘agak’ terlambat. 1976 The Police Tapes adalah film dokumenter hitam putih dibuat oleh Alan & Susan Raymond.  Dua orang ini selama berbulan-bulan dengan rajin mengikuti keseharian polisi dari departemen 44th precinct of the South Bronx, area dengan tingkat kejahatan paling tinggi di NY saat itu, mengusut kasus-kasus pembunuhan, perang geng, pemerkosaan, pembakaran gedung dan kasus horor sejenis yang sudah menjadi bagian akrab dari South Bronx. Tak ada narasi, raw and rugged. Kalian hanya akan menemukan keterkaitan satu dan lainnya melalui komentar-komentar dari wawancara Anthony Bouza, Bronx Borough Commander departemen polisi lokal.

Yang membuatnya menarik adalah bagaimana dokumenter ini menangkap aura NY tahun-tahun primitif awal hiphop dilahirkan. Potret urban yang sering divisualisasikan Henry Chalfant dalam foto-fotonya; aura dari musik yang diputar dijalanan dari Kool Herc, DJ Flowers hingga Jazzy Jay, tembok-tembok ber-graffiti khas era tersebut dan fashion jalanan menakjubkan dari mereka-mereka yang di interogasi. Pula tentunya, kalian tak ingin melewatkan dandanan polisi era sekian dengan kumis tebal ala detektif 70-an, rambut mullet dan afro para gangster dan yang paling utama sebuah faktor signifikan yang melahirkan musik-musik hebat seperti punk dan hiphop: kekalutan, keputusasaan dan keterasingan.

Sangat menakjubkan bagaimana anak-anak muda Bronx yang dalam kesehariannya dikelilingi drugs, miras, kejahatan tingkat tinggi, perang gang dan lain sebagainya, dapat menghasilkan artform seperti hiphop. Henry Chalfant dalam sebuah tulisannya sempat pula mendeskripsikan kekagumannanya pada generasi pelopor 70-an ini, bagaimana, di antara gedung-gedung bobrok, sekumpulan anak muda bermain basket dan menggelar matres dan bertari kejang ria dengan riang gembira. Seolah mereka muak dan tak ambil pusing dengan keadaan bobrok sekeliling mereka, dan yang mereka pedulikan adalah menyempurnakan tarian mereka bersiap menantang crew B-Boy oponen mereka di sore harinya, sekaligus mengingatkan kita betapa bombastisnya album debut Boogie Down Production di tahun 1987. Thats hiphop on the purest form.

Mengutip komentar Kapolsek South Bronx, Anthony Bouza yang menjawab latar belakang tingginya angka kriminal disana era itu: “Kemiskinanlah yang membuat ini semua terjadi, Kita semua memproduksi para kriminal, kita semua memproduksi kebrutalan”. Sesuatu yang ironis, mengingat hari ini hiphop adalah komodifikasi kultur yang menghasilkan milyaran dollar, namun keadaan masyarakat dimana kultur itu lahir tidak banyak berubah. Tetap terasing, terbelakang dengan angka kriminal tinggi dan tetap miskin.

Review dari morgue vanguard

Leave a comment

Filed under Download, Unwriting

Mengenal Si Penulis “Kitab Suci” Nazi

Alfred Rosenberg adalah penulis buku

The Myth of the Twentieth Century

yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

alfred rosenberg,hitler
Alfred Rosenberg (kiri) bersama Adolf Hitler
saat inagurasi peringatan perang pada tahun 1923.
(Dok. Dr. Wilfried Bahnmüller, Imagebroker/Alamy/National Geographic News).

Nama Alfred Rosenberg, kaki tangan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, kembali terdengar.

Tersebab, buku hariannya yang baru ditemukan pada tahun 2010, akan segera dikupas.

Menurut pihak Pemerintah Amerika Serikat dan Museum Holocaust di AS,

penaksiran isi buku harian ini akan membuka tabir rantai tertinggi kepemimpinan Nazi.

Detil mengenai buku harian ini diungkap dalam jumpa pers, Kamis (13/6) di Wilmington, Delaware, AS.

Diary ini sendiri tadinya sempat hilang pascahukuman mati Rosenberg pada tahun 1946. Lalu, siapa sebenarnya pria bernama lengkap Alfred Ernst Rosenberg ini?

Rosenberg memandang dirinya sendiri sebagai intelektual dan setingkat dengan para petinggi Nazi macam Hitler, Rudolf Hess, dan Hermann Goering.

Namun, prestasi terbaik Rosenberg sebenarnya adalah menulis buku The Myth of the Twentieth Century yang menjadi “kitab suci” pergerakan Nazi.

Terjemahan buku ini laris manis terjual ke penjuru Eropa dan menumbuhkan antisemit.

Bahasa penulisannya dibesar-besarkan dan rumit, penuh dengan pseudo-scientific (sains mengada-ada), dan prinsip semi-mistik.

Teksnya berisi kebencian pada kaum Yahudi, bangsa Rusia, Polandia, Ceko, dan bangsa manapun yang dianggapnya “di bawah manusia”.

Menurut salah satu menteri di kabinet saat itu, Albert Speer, Hitler menganggap buku itu sebagai “sesuatu yang tidak bisa dimengerti siapa pun”.

Ironisnya, Rosenberg sendiri dianggap sebagai orang asing oleh sesama Jerman.

Ia lahir di Estonia, menuntut ilmu di Moskow dan bangga atas gelar diplomanya dalam bidang arsitektur.

alfred rosenberg
Alfred Rosenberg. (Wikimedia Commons)

Ini membuat musuh-musuhnya di Nazi menyebarkan rumor bahwa Rosenberg bukanlah orang Jerman asli.

Meski demikian, Rosenberg pernah dipercaya Hitler untuk memegang tampuk kekuasaan Nazi ketika ia dipenjara saat gagal mengkudeta Jerman pada 1923.

Namun, Hitler mengkritiknya sebagai pemimpin malas dan tidak cocok memimpin. Tapi, sekali lagi, Hitler tetap mempercayainya sebagai pendidik spiritual dan filosofi Nazi pada 1934. Ia memunculkan ide ekspansi ke Timur, perang tanpa ampun pada warga Slavia, dan gagasan “lebensraum” (tinggal di luar angkasa).

Tahun 1946, pengadilan internasional di Nuremberg, Jerman, memutuskan bahwa Rosenberg bersalah dalam kejahatan kemanusiaan. Ia dianggap sebagai pembentuk ideologi Nazi dan mendapat hukuman gantung.

Menurut salah satu jurnalis AS yang hadir saat eksekusinya, Rosenberg merupakan satu-satunya petinggi Nazi yang menolak mengucapkan pernyataan terakhir.

(Charles Fenyvesi. National Geographic News)

Leave a comment

Filed under Unwriting

WE HATE COPS!! HC/PUNK Mixtape 2011 (download)

 

Gue gak tau ini gaweannya siapa, tapi yang jelas ini brilian hehe. Pas lagi iseng ngubek-ngubek akun fb nya Milisi Kecoa, eh nemu ini nih … Mixtape yang semua band yang ada di mixtape ini lagunya bertema tentang Polisi. Ya, “WE HATE COPS” nama judulnya, isinya 101 lagu dan terbagi dalam 3 volume.

Hmmm…. gue curiga ini kerjaannya si Dani “Tremor” nih vokalisnya Milisi Kecoa … hehehe soalnya dibeberapa review yang gue temuin, selalu ada nama Tremor … kalo bener, ya udah gak apa apa … emang dia dah biang keroknya … huehuehue …. ini nih yang tertulis. “Police everywhere, justice Nowhere” – Tremor, ada lagi nih … “dari korea sampe yunani. mungkin karena polisi Indonesia lebih hardcore dan cuek 🙂 liat aja di inggris, 1 orang ditembak mati sama polisi, kerusuhannya berhari-hari. kalo di indonesia paling cuman demo-demo dikit, trus bubar. dan kenapa cover mixtape nya indonesia semua, ya karena foto2 kayak gitu jarang dipublish :)” itu juga si Tremor yang ngetik … ini yang paling ngehe nih …. “kalo institusi kepolisian mau dijadiin “baik” dan “terpuji”, namanya jadi pramuka, bukan polisi”. Hahahaha …. Salut!!!

Download, spread the words, abolish cops!
Dedicated to the victims of police violence!
Berikut tracklistnya:

Volume 1:
001. Seein Red (Netherlands) – Another Police Story
002. Blank 77 (USA) – Police Attack
003. Necros (USA) – Police Brutality
004. Jean Mills Society Torch (USA) – I Hate Police
005. Unpatriotics (USA) – Run From The Police
006. The Clown (Indonesia) – Police Brutality
007. Dead Kennedys (USA) – Police Truck
008. The Sinners (Indonesia) – Fuck The Police
009. Moral Demolition (Belgium) – Police State
010. MDC (USA) – Millions of Dead Cops
011. Criminal Asshole (Indonesia) – Police Kacerita
012. Social Circle (USA) – Police Police (The Showcase Showdown cover)
013. Slave (Denmark) – Nazo Polizei
014. Vicious Circle (Australia) – Police Brutality
015. G.F.O (USA) – Police Raid
016. Urban Waste (USA) – Police Brutality
017. The Dicks (USA) – Dicks Hate The Police
018. Turtles Jr (Indonesia) – Police Fuck Off
019. S.S.D (USA) – Police Beat
020. Rawside (Germany) – Police Terror
021. Anti Flag (USA) – Fuck Police Brutality
022. Screeching Weasel (USA) – Police Insanity
023. Satellite (Indonesia) – Brutal Police
024. Larm (Netherlands) – Police Threats
025. The Expolited (Scotland) – Cop Cars
026. Black Flag (USA) – Police Story
027. Fucked Up (Canada) – Police
028. Code13 (USA) – Send More Cops
029. UK Subs (UK) – New York State Police
030. E.T.A (Sweden) – Otto Hates The Police
031. The Wallrides (Sweden) – Cops Are Pig
032. The Fartz (USA) – Police Force
033. Propagandhi (Canada) – Pigs Will Pay
Volume 2:
034. Battalion of Saints (USA) – Cops Are Out
035. Crucifucks (USA) – Cops for Fertilizer
036. Regulations (Sweden) – Police Siren
037. Riot Squad (UK) – Police Power
038. Keparat (Indonesia) – Fucking Cops
039. Doom (UK) – Police Bastard
040. What’s Wrong (Indonesia) – Police Die
041. Final Conflict (USA) – Abolish Police
042. Krass Kepala (Indonesia) – Police Violence
043. GG Allin (USA) – Kill The Police
044. Last Rites (UK) – Police [fascist militia]
045. War Squad (USA) – Hate The Police (The Dicks cover)
046. Defiance (USA) – Police Oppresion (Angelic Upstart cover)
047. DS-13 (Sweden) – Fukk the Cops
048. NOFX (USA) – Puke on Cops
049. The Idiots (Indonesia) – Police Violence
050. The Authoroties (USA) – I Hate Cops
051. 7 Seconds (USA) – Police State (live)
052. Sedition (UK) – Police Story (The Partisan cover)
053. Angelic Upstarts (UK) – Police Oppresion
054. MK Ultra (USA) – Police Story (Black Flag cover)
055. Autistic Youth (USA) – Smash The Cop Cars With Bricks of Ressistance
056. Chaos UK (UK) – Police Protection
057. Raw Power (Italy) – Police, Police
058. Kill The Man Who Question (USA) – Good Cop, Bad Cop
059. The Borstal (Indonesia) – The Pigs
060. Germ Attack (Canada) – Death to Cops
061. Citizen Arrest (USA) – Serve and Protect
062. Subhumans (UK) – Till The Pigs Come Round
063. The Casualties (USA) – Police Brutality
064. Discarda (Brasil) – Police Bastard (Doom cover)
065. The Partisans (UK) – Bastard In Blue
066. Life Sentence (USA) – Men In Blue
Volume 3:
067. Klasse Kriminale (Italy) – Police Opression (Angelic Upstarts cover live)
068. Agent Orange (Netherlands) – Kill The Police
069. Rotten to the Core (Indonesia) – Police on my Back
070. Decontrol (USA) – Philly Cops
071. Against All Authority (USA) – Policeman
072. Rajoitus (Sweden) – Pollisi Siat
073. The Devotchkas (USA) – Coppers In Force
074. Aghast (USA) – Arrested by the Pigs
075. Bastard (Japan) – Dear Cops
076. Black Boots (Indonesia) – Polisi-polisi
077. Loutish (USA) – Police Attack
078. Hellsister (Malaysia) – Victims of Police Brutality
079. Stockholm Pigs (Sweden) – Nazi Cops From Hell
080. The Vicious (Sweden) – The Pigs
081. Cut The Shit (USA) – Boston Cops
082. Hard Skin (UK) – Copper Cunt
083. Bread and Water (USA) – Riot Cops In Full Retreat
084. Demob (UK) – Anti Police
085. Cabinet (Indonesia) – Foolish of Police Policy
086. Nabat (Italy) – Kill Police
087. Oxymoron (German) – The Pigs
088. No Value (Japan) – Mad Police
089. Homomilitia (Poland) – Police Story (The Partisan cover)
090. Chaos RI (Indonesia) – Police Fuck Off
091. The Clash (UK) – Police on my Back
092. Funeral Dress (Belgium) – Cops Are No Human Beings
093. AC4 (Sweden) – Coptown
094. Naked Agression (USA) – Death to All The Pigs
095. Milisi Kecoa (Indonesia) – Parasites
096. Severed Head of State (USA) – Cop on Fire
097. Youth Korps (USA) – Cop Song
098. Auktion (Sweden) – Burning Police Cars
099. Strung Up (USA) – Death by Cops
100. The Buttocks (German) – Kill The Pigs
101. Actives (UK) – Police Oppression

Leave a comment

Filed under Download

Seorang blogger menemukan “kadal” di permukaan planet Mars

tulisan ini dikutip dari x-files enigma
 
Sepertinya orang-orang melihat segala sesuatu di permukaan Mars. Gua, potongan kayu, hutan, tengkorak, wajah manusia,  patung perempuan, tupai hingga seekor gorilla. Sekarang koleksinya bertambah satu. Seekor kadal. 

Dailymail.co.uk mengatakan bahwa kadal itu ditemukan oleh seorang penggemar UFO dari Jepang yang kemudian menghubungi web UFO Sightings Daily. Scott C. Waring dari website itu kemudian memposting foto ini.
 
Tapi tunggu dulu, Scott tidak mengatakan bahwa foto tersebut adalah bukti bahwa Mars didiami oleh Reptilian Shape Shifters sejenis pengawal Obama yang pernah kalian baca beritanya. 
Scott menduga bahwa NASA telah mengutus kadal gemuk itu untuk menguji sesuatu yang rahasia. 
“Apakah NASA telah menaruh hewan-hewan dari tabung cyogenic di dalam Mars Rover untuk mengadakan uji coba?” Kata Scott. 
Bahkan Scott pun tidak berani memberikan spekulasi yang lebih jauh. Tapi paling tidak, Scott telah sukses memberikan bahan pembicaraan baru di internet. 
Msn.com memuat berita ini dengan judul yang cukup netral “Rumor: Creature with tail seen in NASA photo from Mars.” 
Sedangkan Examiner.com menyambut bola teori konspirasi dengan memberinya judul “Is that a lizard on Mars – Why is NASA Silent?” 
Errr… Mungkin karena NASA menganggapnya sebagai…. batu biasa? 
Lihat lagi fotonya. Pertanyaan: Mengapa warna kadal itu sama dengan batu di sekitarnya?
 
 
Pareidolia..Pareidolia… 
Ini link ke foto aslinya dari NASA. Mars.jpl.nasa.gov.  

UPDATE 10 Juni 2012

Selain kadal, foto lain yang menunjukkan seekor tikus atau hewan pengerat di permukaan planet Mars juga sempat menghebohkan. 

 

Walaupun menarik, saya juga berpendapat kalau ini adalah kasus Pareidolia. Berikut link ke foto aslinya: nasa.gov 

Leave a comment

Filed under Unmind

Making Punk A Threat Again

Quiet Blog For Silent Wars

punkaceh

Sebelum saya berpanjang-panjang menulis uraian tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti sebelum kalian menyerang dengan tuduhan macam-macam: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan, penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai –konon– dengan adat/norma setempat.

Di luaran sana sudah banyak catatan, argumen dan penjelasan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Beberapa catatan berikut bukan bermaksud untuk menambah hiruk pikuk, hanya sedikit catatan personal, berhubung sedikit banyak punk memiliki makna yang saya berhutang padanya inpirasi dan emansipasi sejak kali pertama saya bersentuhan dengannya.

Saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri yang agak sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam skena punk lokal di manapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang…

View original post 1,319 more words

Leave a comment

Filed under Unmind

Lima teori konspirasi yang terbukti benar

*tulisan ini dikutip dari blog X-files enigma*

Di dalam setiap situasi bencana, selalu ada sekelompok orang yang mengeluarkan teori konspirasi. Mulai dari pembunuhan Kennedy hingga Pemboman di Boston. Kebanyakan dari teori tersebut tidak berdasar dan terdengar gila. Namun kadang hal yang paling gila pun ternyata merupakan sebuah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Berikut adalah 5 teori konspirasi yang belakangan ternyata benar-benar ada.

Dunia konspirasi sama seperti cryptozoology. Bagi kebanyakan orang, mempercayai keberadaan Nessie atau Bigfoot akan dianggap sebagai sebuah kegilaan. Tidak ada bukti ilmiah keberadaan makhluk ini. Semua isu yang beredar hanya didasarkan pada kesaksian dan foto-foto yang buram.

Namun kebanyakan orang lupa kalau Panda dan Komodo pernah masuk ke dalam kategori cryptid. Ketika keberadaan kedua hewan tersebut dikenal luas, keberadaan Panda dan Komodo menjadi hal yang biasa. Begitu pula dengan teori konspirasi.

Beberapa teori konspirasi akan terdengar sangat tidak masuk akal. Misalnya, kepercayaan kalau sesungguhnya para politisi ternama di dunia ini adalah kaum alien reptilian yang sedang menyamar. How cool is that?

Kali ini kita tidak akan memeriksa teori mengenai reptilian yang menguasai bumi. Kita akan melihat teori konspirasi lain yang walaupun terdengar cukup gila, namun di kemudian hari terbukti merupakan sebuah kebenaran.

MK Ultra
Pada pertengahan tahun 1900an, beredar isu kalau pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini CIA, telah melakukan eksperimen pengendalian pikiranyang dilakukan melalui obat-obatan seperti LSD. Mereka yang mengajukan teori ini akan ditertawakan dan dianggap sebagai seorang Paranoid. Pemerintah Amerika juga tidak mengakuinya dan menganggap isu tersebut sebagai sebuah rumor yang tidak berdasar.Namun pada tahun 1975, kongres Amerika Serikat mulai membentuk komite untuk menyelidiki aktivitas CIA di dalam negeri. Komite yang disebut Church Committe ini menemukan fakta tentang MK Ultra. CIA memang melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau “Rekayasa Perilaku Manusia” lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA.

Program ini dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. Penyelidikan ini juga menemukan kalau ketua CIA saat itu, Richard Helms, telah memerintahkan pemusnahan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan MK Ultra pada tahun itu.Lewat undang-undang kebebasan informasi, CIA mulai melepaskan dokumen-dokumen yang tersisa ke publik hingga pada tahun 2001 MK Ultra sudah tidak dianggap sebagai proyek rahasia lagi.

Kesaksian Nayirah
Pada tahun 1990, terjadi konflik di Timur Tengah ketika Irak menginvasi Kuwait yang kaya akan minyak. Saddam Hussein menuduh Kuwait mencuri sumber minyak tersebut. Tentu saja Kuwait menolak tuduhan tersebut.Karena Irak memiliki militer yang jauh lebih kuat, maka Kuwait yang merupakan sebuah negara kecil namun memiliki kekayaan yang luar biasa, segera meminta bantuan kepada Amerika Serikat. Untuk meyakinkan pemerintah Amerika, anggota kongres dari California bernama Tom Lantosmembawa seorang anak kecil berusia 15 tahun untuk berbicara di hadapan koleganya di Capitol Hill. Tom Lantos merupakan ketua dari kaukus hak asasi manusia di kongres.

Pada tanggal 10 Oktober 1990, mata dunia tertuju kepada Nayirah dan dengan seksama mendengarkan bagaimana ia menceritakan kekejaman pasukan Irak, termasuk ketika mereka membunuh 300 bayi di sebuah rumah sakit.

Ketika perang berakhir, ada orang-orang yang tertarik dengan sosok Nayirah. Mereka menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Nayirah ternyata anak dari Sheikh Saud Nasser Al Saud Al Sabah, duta besar Kuwait untuk Amerika Serikat yang juga merupakan anggota keluarga kerajaan.

Jadi desas-desus dan berbagai tuduhan konspirasi mulai muncul. Belakangan diketahui kalau Tom Lantos bekerjasama dengan sebuah firma public relation, Hill & Knowlton, yang juga bekerja untuk organisasi Citizens for free Kuwait.

Nayirah bahkan belajar akting dari lembaga tersebut dan kesaksiannya mengenai pembunuhan 300 bayi ternyata tidak terbukti. Konon keluarga kerajaan Kuwait membayar lembaga itu senilai 11,9 juta dolar. Tujuannya satu, yaitu untuk meyakinkan Pemerintah dan Kongres Amerika Serikat supaya mau mengambil tindakan militer terhadap Irak.

Eksperimen dengan substansi kimia dan biologi
Teori ini menyebutkan kalau pemerintah Amerika Serikat berusaha melakukan upaya kontrol populasi melalui racun yang disebarkan melalui agent/substansi kimiawi berbahaya. Apakah kepercayaan ini hanya bermula dari rasa paranoid yang mendalam atau memang memiliki dasar yang cukup kuat?Well, sepertinya para penganut teori konspirasi ini ada benarnya juga. Sekarang sudah merupakan pengetahuan lazim yang juga sudah diakui oleh pemerintah Amerika sendiri kalau pada masa lampau mereka memang melakukan eksperimen semacam itu. Catatan militer Amerika Serikat menunjukkan kalau mereka pernah melakukan eksperimen menggunakan substansi biologi terhadap warga sipil. Bahkan dilakukan hingga 239 kali!

Diantara eksperimen tersebut adalah penyemprotan yang dilakukan pada tahun 1966 di stasiun bawah tanah New York dengan substansi sejenis Anthrax!

Selain itu, pada tahun 1950, pemerintah Amerika juga melakukan penyemprotan awan bakteri di teluk San Fransisco. Awan ini disebut pemerintah sebagai agent biologi yang tidak berbahaya. Namun setelah itu, dilaporkan kalau ada 11 orang yang masuk rumah sakit dengan infeksi urinal yang langka. Paling tidak satu orang dilaporkan meninggal. Belakangan, diketahui kalau bakteri tersebut memang tidak berbahaya bagi orang sehat, namun dapat membawa dampak buruk bagi mereka yang memiliki tubuh yang lemah.

Pada tahun 2012, seorang peneliti bernama Lisa Martino Taylor berhasil mengumpulkan data yang membuktikan kalau ilmuwan militer telahmenyemprotkan partikel radioaktif di St.Louis, Missouri, yang disebut bertujuan untuk menguji teknologi senjata kimia. Penyemprotan ini dilakukan antara tahun 1950an hingga 1960an.

Sekarang, setelah peristiwa eksperimen di masa lampau ini, para penganut teori konspirasi percaya kalau pemerintah masih melakukan penyemprotan secara diam-diam. Salah satu bukti yang diajukan adalah chemtrail. Dalam versi teori yang lain, kontrol populasi ini dipercaya dilakukan lewat substansi lain seperti Flouride.

Apakah chemtrail atau Flouride merupakan bagian dari eksperimen pemerintah yang berbahaya? Waktu yang akan mengungkapkannya.

Operation Mockingbird
Setiap aspek kehidupan kita dibentuk oleh informasi yang kita terima. Namun, bagaimana jika arus informasi dikendalikan oleh pemerintah?Para penganut teori konspirasi memiliki satu kecenderungan. Mereka tidak mempercayai media mainstream. Mereka berargumen kalau media-media utama telah dikuasai oleh pemerintah yang mencoba untuk mengatur arus informasi. Buktinya adalah keengganan media utama untuk memberitakan masalah teori konspirasi.

Dalam banyak kasus, hal ini boleh dibilang benar. Pemerintah memiliki kepentingan dan punya kuasa untuk mengambil tindakan apa saja untuk melindungi keamanan nasional atau orang-orang tertentu.

Misalnya, ketika putri Obama, Malia, pergi berlibur ke Mexico, beberapa media memberitakan kunjungan itu. Namun keesokan harinya, berita tersebut lenyap begitu saja dari internet. Belakangan, Secret Service mengakui kalau mereka telah meminta media untuk mencabut berita itu demi keselamatan Malia.

Pada masa berakhirnya perang dunia II, sekitar permulaan tahun 1948, seorang agen CIA bernama Frank Wisner diberi kepercayaan untuk mengurus salah satu cabang CIA yang bernama Office of Policy Coordination. Dalam implementasi wewenangnya, Wisner memulai Operation Mockingbird yang tujuan utamanya adalah menginfiltrasi media-media utama di Amerika Serikat.

Pada pertengahan tahun 1950an, CIA sudah menjalin kerjasama dengan 400 jurnalis dari media-media utama di seluruh Amerika. Dengan operasi ini, pemerintah bisa dengan mudah mengatur arus informasi sehingga mengarah ke kondisi yang diinginkan.

Pada pertengahan tahun 1970an, Operation Mockingbird tersingkap dan dibubarkan. Entah apa dampak dari operasi tersebut dan informasi macam apa yang telah dikendalikan oleh Pemerintah.

Namun pertanyaannya adalah, apakah operasi itu benar-benar telah dihentikan? Siapa yang bisa memastikannya?

Iron Mountain
Pada tahun 1967, terbit sebuah buku yang ditulis oleh orang tidak dikenal. Buku itu menceritakan mengenai sebuah panel pemerintah yang dibentuk pada tahun 1963 dan terdiri dari 15 anggota yang disebut special study group.Panel ini mempunyai satu tugas, yaitu memikirkan dampak yang akan timbul jika Amerika Serikat memasuki masa damai yang berkepanjangan. Mereka mengadakan pertemuan secara teratur di sebuah bunker nuklir yang disebut Iron Mountain.

Selama dua tahun berikutnya Panel ini berusaha merumuskan pandangan mereka hingga akhirnya mengambil kesimpulan-kesimpulan yang kontroversial. Salah seorang anggota dari panel tersebut adalah seorang profesor yang kemudian memutuskan untuk membocorkannya ke publik lewat buku yang ditulisnya.

Salah satu kesimpulannya adalah, bahkan jika damai berkepanjangan dapat dicapai, bisa dipastikan kalau situasi itu bukanlah kondisi ideal yang dibutuhkan masyarakat. Perang adalah bagian dari ekonomi. Karena itu diperlukan sebuah kondisi perang untuk mencapai kestabilan ekonomi.

Menurut panel itu, sebuah pemerintahan tidak akan ada tanpa perang dan sebuah pemerintahan harus memanfaatkan perang sebagai sarana untuk mencapai situasi ekonomi politik yang mendukung.

Panel ini juga merekomendasikan pemerintah untuk mencari musuh alternatif dan menciptakan kepanikan masyarakat dengan Laporan-laporan penampakan alien atau polusi yang tidak terkendali.

Pada tanggal 20 November 1967, US News and World melaporkan kalau rumor mengenai Panel ini memiliki dasar dan mereka mendapatkan konfirmasinya dari seorang sumber di dalam pemerintahan. Sumber itu juga mengatakan ketika presiden Johnson membaca rekomendasi Panel Iron Mountain, ia memerintahkan stafnya untuk mengabaikannya. Pesan kawat segera dikirim ke duta-duta besar di berbagai negara dan meminta mereka untuk tidak mengaitkan rekomendasi panel ini dengan pemerintah Amerika Serikat.
Tapi benarkah rekomendasi ini telah diabaikan? Bagaimana cara kita memastikannya?
Saya akui, kadang penganut teori konspirasi menarik teori mereka terlalu jauh sehingga terdengar seperti sebuah gurauan.

David Icke misalnya. Ia adalah salah seorang penganut teori konspirasi yang paling ternama di Inggris. Ia pernah mengatakan kalau sesungguhnya saat ini kita sedang hidup di dalam sebuah… Matrix. Ini berarti apa yang sedang kita jalani sekarang hanyalah sebuah ilusi. Dia juga percaya kalau mayoritas politisi Amerika Serikat adalah ras Alien Reptilian yang menyamar.

Tokoh lain yang menarik adalah Alex Jones yang menjalankan situsInfowars.com. Jika Icke terkenal di Inggris, Jones terkenal di Amerika Serikat. Pria satu ini terdengar lebih masuk akal dibanding Icke. Ia percaya kalau peristiwa 911 dan pemboman marathon Boston adalah perbuatan pemerintah Amerika Serikat sendiri. Akhir-akhir ini kita bisa membaca berita di Indonesia yang mengutip Jones dalam kaitannya dengan Bom Boston.

Alex Jones

Tapi, inilah yang saya suka dari penganut teori konspirasi. Tidak ada kebenaran. Yang ada hanyalah sebuah Cover Up. Misalnya, Alex Jones percaya kalau Iluminati telah menguasai politik Amerika dengan satu tujuan, yaitu untuk menguasai dunia.

Lalu, datanglah penganut teori konspirasi yang lain. Lorie Kramer namanya. Kramer dengan lantang mengatakan kalau Alex Jones sebenarnya adalah rekrutan New World Order untuk mengalihkan perhatian publik Amerika. Tentu saja ini merupakan tamparan bagi Jones yang menganggap dirinya tokoh terdepan dalam perlawanan terhadap New World Order.

Belum cukup serangan yang dilancarkan Kramer, pasangan Gary dan Lisa Ruby mengklaim kalau Jones adalah rekrutan gereja scientology untuk menguasai dunia dan menghancurkan kekristenan.Lalu siapakah yang ingin kalian percayai? Jika kita bisa mempercayai Jones tanpa menuntut bukti, bukankah kita seharusnya juga bisa mempercayai Kramer dan Ruby tanpa menuntut bukti?

Jika saya adalah penganut teori konspirasi, maka saya akan menuduh Kramer dan Ruby sebagai rekrutan New World Order untuk mendiskreditkan Jones yang merupakan musuh utama New World Order.

Namun, setelah saya melancarkan tuduhan itu, bisa saja kalian balik menuduh saya sebagai antek New World Order yang bertujuan untuk mendiskreditkan Kramer dan Ruby yang bersuara lantang mengungkap kebohongan Jones. Dan seterusnya… dan seterusnya..

Demikianlah lingkaran pemikiran teori konspirasi yang tidak putus-putusnya. Membingungkan bukan?

Tapi mari kita lanjutkan dan tidak berkutat pada lingkaran pemikiran tersebut.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian.

Ingatkah kalian dengan Roswell? Pada tahun 1947, sebuah pesawat alien dan mayat pilotnya dipercaya jatuh di Roswell, New Mexico. Walaupun disebut terjadi pada tahun 1947, kisah Roswell ini baru terungkap pada tahun 1978 oleh peneliti UFO Stanton T Friedman.

Ingat Panel Iron Mountain yang dibentuk tahun 1963 yang saya singgung di atas?

Panel ini merekomendasikan pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan musuh alternatif dan menciptakan kepanikan masyarakat lewat laporan-laporan mengenai UFO dan Alien.

Nah, pertanyaan saya adalah, apakah kisah Roswell yang muncul ke permukaan pada tahun 1978 merupakan bagian dari implementasi panel Iron Mountain?

Kemudian apakah kasus penampakan UFO yang semakin intens dekade belakangan ini juga merupakan bagian dari implementasi tersebut?  

Lalu, apakah rekomendasi panel Iron Mountain benar-benar diabaikan pemerintah Amerika Serikat?

Bukankah kita hanya mengetahui kalau Presiden Johnson mengabaikannya lewat seorang sumber?

Bagaimana jika sumber tersebut ternyata merupakan bagian dari konspirasi untuk menutupi fakta?

Atau bagaimana jika US News and World yang melaporkan soal sumber tersebutternyata merupakan bagian dari Operation Mckingbird yang ternyata masih dijalankan?

Leave a comment

Filed under Unwriting