Tag Archives: semester

Tingkat Akhir yang Kebablasan

Mahasiswa tingkat akhir? Hmm.. bukankah sebuah kata yang cukup “menyeramkan” bagi sebagian dari kalian yg sedang genting2nya mencari jati diri di umur 20-sekian?
Yak selamat, kamu never walk alone…

Bagaimana bisa begitu menyedihkannya coba, disaat kebutuhan pokok melambung tinggi, harga pasar tidak stabil yang selalu bikin rakyat miskin mati tercekik secara perlahan dibanding kita para mahasiswa akhir yang sudah pasti terpapar dengan kondisi ekonomi tersebut pasti terkadang ada pikiran yang membatin

“Duh, si anu sepatunya baru…”

“Hadeh ini tempat keren, liburan yuk!”

Dan segala macam keinginan lain-yang sialnya tak terlalu dibutuhkan. Nah, jika sudah begini maka hasrat endofermin {eh, bener gak sih?} yang tertimbun di lapisan otak paling belakang akan cepat berkerja untuk memaksimalkan hasrat kebendaan yang subhanallah duniawi sekali. Padahal dipikir-pikir lagi justru keinginan tersebut bikin kita jadi lebih semangat lagi untuk bekerja, serta memaksimalkan soft maupun hard skill {jika punya}.

Lalu hubungannya apa dengan Mahasiswa Tingkat Akhir?

Ingat wahai mahasiswa yang sedang diujung tanduk D.O…
Masygul peradaban maju ada ditangan kalian, kalianlah sang juru martyr, kalian penguasa matahari!
Mungkin aja kan jika kita lulus tepat waktu tidak ada penemuan baru yang tercipta? Dan ini mengacu kepada bung Bill Gates sang ekspatriat itu, beliau mungkin bukan yang terpandai diantara teman2nya, tapi atas izin Gusti Allah serta niat yang sudah kepalang gigih, beliau membuktikannya. Dan terbukti sekarang sebagian dari kita menjadi penjilat bagi produk2 beliau.

Tapi sebenernya peran universitas penting juga sih kalo dipikir-pikir lagi, bagaimana mungkin logikanya, nyusun skripsi yang maha dahsyat merepotkan itu harus berakhir menjadi barang kiloan sampah? Ya mungkin niatnya bagus, Recycle Use biar go green gitu lho.. etapi ya jangan skripsi juga kalik~ mungkin aja ya kan suatu hari nanti timbul dendam yang amat kesumat bagi Universitas? Disini saya dengan sangat sengaja tidak menulis nama “Universitas” yang dimaksud. Ditambah lagi mungkin Departemen Pendidikan kita belom terlalu tegas memberikan peraturan yang sifatnya untuk kebaikan mahasiswa itu sendiri, seperti contohnya; menghilangkan sistim kejar sks sesuai ipk, karena hal ini sangat menyusahkan mahasiswa waktu mengejar skripsi. Jadi solusi alternatif yang bisa saya berikan mungkin menerapkan peraturan tetap paket sks tidak mempengaruhi ipk, jadi seperti sekolah dulu. Niscaya jika itu diterapkan para koboy-koboy kampus yang rupa nya masya allah oldskool tersebut dapat menghirup udara bebas akademik, untuk sementara sebelum dilepas di belantara rimba kehidupan. Segala sektor di negri kita dipastikan bakal maju, karena fresh graduate nya {diharapkan} menerapkan ilmu yang didapat semasa kuliahnya kepada negara dan bangsa ini tanpa mau disebut sebagai nasionalis.

Yak, diantara segelintir pelik kehidupan yang ada, kita sebagai mahasiswa tua ini harus tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini. Ingat, skripsi tidak akan selesai dengan sendirinya. Jumlah SKS tak akan bertambah sesuai harapan jika kita tidak menjalankan studi jam kuliah yang memuakkan.

Salam Kecebong!

Leave a comment

Filed under Uncategorized, Unmind, Unwriting